Ayah

Dewi Meong - Kuching - Jogja

Monday, 07 December 2015


fatherhood.id

Hai... hai... kokiers semua...

Apa kabar?

Semoga baik-baik semua. Semoga masih selalu bisa tersenyum tanda bahagia.

Aku ingin bercerita tentang Ayah. Maksudku tentang Ayah disini bukan hanya tentang Ayah ku sendiri, tapi tentang Ayah yang memang aku liat dalam diri Ayahku almarhum dan beberapa ayah yang aku kenal.

Sebab seingatku cerita tentang Ibu sudah banyak yang menulis, maka aku akan menulis atau bercerita tentang Ayah.

Ayah bagiku adalah seorang Idola, pelindung dan tentunya Guru.

Aku mengenal ayahku tentu dari aku dilahirkan ibuku, tapi dekat dengan ayahku sayangnya hanya beberapa tahun sebelum beliau dipanggil pulang.

Awalnya aku melihat ayahku sebagai seorang manusia yang tegas, kaku, seram dan berwibawa. Tapi setelah aku bisa mengenal lebih dekat, maka yang terlihat adalah manusia yang penuh kebaikan, welas asih, tidak pernah mendendam pada siapapun termasuk pada musuh musuhnya sekalipun. Hingga tanpa sadar aku merasa beliau menjadi Guru ku.

Apa yang beliau katakan aku camkan dalam benakku yang paling dalam. Karena banyak yang belum bisa aku cerna pada waktu itu. Kini semua yang telah diajarkan baru aku dapat cerna setelah usiaku cukup matang. Setelah aku memahaminya, aku berusaha mewujudkan dalam kehidupan harianku. Aku berusaha menanamkan juga pada anak-anak ku.

Sikap toleransinya pada siapapun juga aku berusaha wujudkan dalam keseharianku. Sikap welas asih dan tidak dendam juga aku usahakan dalam hatiku. Kalau aku mau jujur pada diriku sendiri, semua itu tidak mudah, bagaimana mungkin kita tidak dendam pada manusia-manusia yang memperlakukan aku tidak sebagaimana mestinya.

Tapi karena aku merasa apa yang telah diajarkan ayahku itu adalah sebuah kebaikan yang patut aku coba wujudkan, kenapa tidak..

Susah memang, tapi bukan tidak mungkin. Sifat emosionalku yang memang akan menghalangi, agak menghambat apa yang ingin aku lakukan.

Perlahan tapi pasti mulai bisa aku wujudkan apa yang telah ayahku ajarkan. Semoga tidak ada kata  terlambat bagi mewujudkan hati yang penuh kebaikan, bagi perubahan ke arah yang lebih baik.

''Ayahku adalah Guruku,'' demikian yang aku kenang..

Sekarang aku ingin bercerita sosok ayah masakini. Salah seorang kokiers yang amat aku kenal.
Kesehariannya yang selalu telaten mengurus kedua anaknya disamping mengurus pekerjaannya, bisnisnya juga tugas-tugas dari para dosennya, karena kebetulan dia sedang melanjutkan sekolah tingkat lebih lanjutnya.

Aku sangat kagum akan tekadnya yang tetap berusaha menyediakan waktu untuk mengurus anak-anaknya sendiiri disela-sela kesibukannya yang sangat padat.

Ia tidak pernah mengeluh akan padatnya waktu untuk semua urusannya, termasuk antar jemput anak sulungnya ke sekolah.

Yang menjadi masalah adalah, dia mulai merasakan kepenatan tubuhnya karena dia tetap ingin melakukan semua tugasnya tersebut tanpa kecuali. Hanya satu kata yang aku pernah ucapkan atas segala sepak terjangnya, ''Kamu seperti Superman tanpa sayap....haHaa.''

Waktunya yang hanya 24 jam dalam satu hari, harus dibagi untuk kedua anaknya. Lalu untuk menyusun disertasinya, lalu untuk menjalankan bisnisnya, yang terakhir untuk mendengarkan keluhan/curhat teman-teman sekelilingnya hinga menjelang fajar.

Hahahahahaa....

Hebat bukan..

Tidak ada kata yang cocok buat kokiers satu ini selain sebutan Superman.....hahhahaha.

Oleh karena sepak terjangnya dalam kesehariannya lah maka aku mengaguminya sebagai seorang ayah masa kini.


Aku memang belum pernah melihat langsung kesahariannya sesungguhnya, tapi aku bisa membayangkannya. Pasti selalu heboh. Tapi dia sangat menyukainya, sangat happy, sangat bersyukur.

Hidupnya tidak berlebih bahkan sering kurang, tapi sikap memberinya, menolongnya tidak akan pernah surut.

Aku senang dan bangga bisa berkenalan dengan Ayah Masa Kini ini melalui Koki. Aku banyak belajar dari dia akan kesabaran.

Asik kan.!!!

Kita bisa mengenal Ayah model dahulu kala yang penuh welas asih dan kebijaksanaan juga tak kalah ada Ayah Masa Kini dalam Koki ini.

Selamat pada para ayah ...

Tulisan ini aku buat khusus buat ayah-ayah yang menganggumkanku.

Terima Kasih Ayah...

Semoga kebahagiaan selalu beserta kita semua

Dewimeong




LUSTRASI FOTO-FOTO DOK REDAKSI
MODERATOR - Penggagas KoKi : ZEVERINA
Pembaca "KOLOM KITA" (KoKi) entah di Bontang, Inggris, Bali, Belanda, New Jersey, Kuwait, Australia, atau di Kediri, silakan berbagi peristiwa seputar kehidupan sehari-hari. Kirimkan artikel dan foto melalui form "Kirim Artikel", jika mengalami kesulitan kirimkan melalui email: temennyazev@gmail.com ; kokizeverina@gmail.com


BERIKAN KOMENTAR ANDA






Lomba Blog: Cerita Hepi elevenia

William Antonius
Wednesday, 15 March 2017
Dibaca 434 kali | 0 Komentar

Hamparan Laut di Bawah Horizon Parai

Setiawan Liu - Jakarta
Wednesday, 15 March 2017
Dibaca 648 kali | 0 Komentar

Kawin Campur

Syu - Belanda
Wednesday, 08 March 2017
Dibaca 1349 kali | 0 Komentar

Menikmati Alam Musim Gugur

T.Moken-Michigan,USA
Tuesday, 22 November 2016
Dibaca 876 kali | 0 Komentar

Glad All Over

Sirpa - Kalipornia - USA
Tuesday, 18 October 2016
Dibaca 966 kali | 0 Komentar

Ke Taman Nasional Bako Serawak

Dewi Meong - Kuching - Malaysia
Tuesday, 27 September 2016
Dibaca 747 kali | 0 Komentar

Ke Bandung dengan Meong

Dewi Meong - Kuching - Jogja
Wednesday, 14 September 2016
Dibaca 1134 kali | 0 Komentar

Ada Colon Cancer Dalam Tubuhku

Sirpa - Kali Pornia - USA
Saturday, 10 September 2016
Dibaca 1741 kali | 0 Komentar

Kota Kuching

Dewi Meong - Kuching - Jogja
Wednesday, 07 September 2016
Dibaca 1075 kali | 0 Komentar

Ke Panti Pijat

T.Moken-Michigan, USA
Wednesday, 17 August 2016
Dibaca 2432 kali | 0 Komentar

Then and Now

Sirpa - Kalipornia - USA
Tuesday, 26 July 2016
Dibaca 1326 kali | 0 Komentar

Mohon Maaf Lahir Batin

Redaksi KoKi
Wednesday, 06 July 2016
Dibaca 1077 kali | 0 Komentar

Perayaan Asian American Pacific Islanders

Bono Anggono - Philadelphia - USA
Monday, 27 June 2016
Dibaca 831 kali | 0 Komentar

Mencari Bono Anggono

Yunita Anggono
Monday, 27 June 2016
Dibaca 1014 kali | 0 Komentar
``


KOKISTORY

Ada Colon Cancer Dalam Tubuhku
Sirpa - Kali Pornia - USA
Saturday, 10 September 2016
Dibaca 1741 kali | 0 Komentar

Ilmu Yang Bermanfaat

Mahalnya Sebuah Ongkos Denda TILANG

Aku dan Kamu

Merindukan White Christmas

KOKIKOLOM

Pejabat Tionghoa
Setiawan Liu - Jakarta
Tuesday, 26 January 2016
Dibaca 2331 kali | 0 Komentar

Ayah

Gairah yang Hilang

Tepatkah Dia Untuk Anda?

Pentingkah Pembekuan Sperma?

KOKITOUR&FOOD

Hamparan Laut di Bawah Horizon Parai
Setiawan Liu - Jakarta
Wednesday, 15 March 2017
Dibaca 648 kali | 0 Komentar

Menikmati Alam Musim Gugur

Ke Taman Nasional Bako Serawak

Ke Bandung dengan Meong

Kota Kuching

KOKISIANA

Lomba Blog: Cerita Hepi elevenia
William Antonius
Wednesday, 15 March 2017
Dibaca 434 kali | 0 Komentar

Then and Now

Mohon Maaf Lahir Batin

Mencari Bono Anggono

Obong Pasar

Hai Z...

Dear God...
From Kokiers to Z...

Setiap penulis memiliki rumah. Shakespeare juga pernah bilang, bahwa kehidupan moral mempunyai "a habitation and a name", bertempat tinggal dan bernama. Mamak Z memiliki rumah bersama para penulis dan pembacanya di rumah...




© 2014 - powered by digitalbuana