Kutetap Mencintaimu (part 3)

Maryati - STG

Sunday, 18 October 2015



Tak terasa, hari telah berganti malam, namun Roy tak kunjung pulang ke rumah. Bahkan pesan singkat yang dikirimkan Salsa ke HP Roy, juga tak ada balasannya.

Salsa semakin gelisah, bingung dan gundah hatinya. Tidak tahu pada siapa dirinya mengadu, hanya airmatanya yang tertumpah dari tadi malam, membuat matanya sembab dan kecantikan di wajahnya memudar seketika.

Tawa canda pada awal-awal bulan pernikahan mereka, berakhir sudah. Roy sungguh melupakan semua ikrar dan sumpahnya untuk Salsa.  

Sesaat Salsa mengenang semua masa-masa indah itu. Bagaimana Roy memperlakukannya bagaikan seorang putri cantik dan manis, dimana semua apa yang Salsa inginkan dan minta, akan selalu dipenuhi Roy. Bahkan Sebelum Salsa meminta sesuatupun, Roy sudah memenuhi semua permintaannya. Salsa merasakan indahnya dunia pernikahannya saat itu.

Seakan ingin membunuh rasa sepi dan ketakutan kehilangan Roy, Salsa membuka account Facebook nya, yang sudah lama sekali tidak pernah ditengoknya.  

Namun Salsa ingin membuka semua lembaran-lembaran foto masa awal-awal manis dengan Roy, yang pernah Salsa upload di account facebook nya itu, dan membaca-baca ulang, komentar-komentar manis dari teman-temannya dan bahkan komentar mesra dari Roy suaminya itu.  

Semuanya serasa membangkitkan kenangan indah dan mesra. Ingin rasanya salsa balik ke masa itu, masa dimana Roy memperlakukannya seperti yang Salsa inginkan dan dambakan layaknya sebagai seorang istri yang sangat dicintai suaminya.

Tiba-tiba matanya tertuju pada salah satu komentar di fotonya itu, yaitu komentar salah satu sahabatnya dimasa lalu, dan bahkan boleh dibilang sahabatnya itu sudah Salsa perlakukan seperti saudaranya, namun karena kondisi dan keadaan saat itu yang membuat keduanya akhirnya putus komunikasi.  

Jimmy. Yah nama sahabatnya itu Jimmy.  

“Kak Jimmy, dimana kamu sekarang Kak Jimmy”, hati Salsa bergetar menyebutkan nama itu.  

Bahkan untuk sepersekian detik, Salsa melupakan masalahnya sendiri, seakan-akan berada dimasa lampau.

Salsa tak akan bisa melupakan kisah terakhir di malam minggu, yang sangat membekas di hatinya dan bahkan meninggalkan kepedihan dan luka yang sangat dalam di dasar hatinya.  

Mereka berdua yang telah lama menjalin persahabatan, tetapi hanya karena Jimmy tidak ingin membohongi hati dan perasaannya, akhirnya mengungkapkan pada Salsa, bahwa Jimmy tidak bisa lagi bersandiwara pada Salsa, memperlakukan Salsa hanya sebagai sahabat saja, karena jauh dari awalpun, saat Jimmy mengenal Salsa sebagai adik kelas di SMAnya dulu, Jimmy sudah jatuh hati pada Salsa.  

Namun, demi untuk bisa mendekati sang putri pujaannya itu, Jimmy rela bertahan menjadi sahabat untuk Salsa selama aktif di organisasi SMA-nya dulu.

Bagi Jimmy, Salsa adalah seorang putri yang sangat manja dan periang akan tetapi memiliki kepribadian yang anggun dan selalu menjadi nomer satu dari sisi akademiknya.  Itu semua membuat Jimmy, semakin ingin memiliki Salsa dan bukan hanya sekedar sahabat.

Namun tidak bagi Salsa. Rasa yang mereka jalin sungguh berbeda. Selama berteman dengan Jimmy, Salsa merasakan kasih seorang Kakak yang selalu menjaganya kemanapun kakinya melangkah. Karena Salsa adalah putri semata wayang di keluarga kecilnya. Dan bahkan dulu saat Ayahandanya masih hidup, Salsa merasakan seperti punya saudara kandung, yang sedari kecil sangat diharapkannya.

“Salsa, boleh aku menyampaikan sesuatu hal untukmu”.

“Ada apa Kak Jimmy, serius banget sih”, sahut Salsa dengan suara manjanya.

“Yah, memang ini sangat serius Salsa”.

“Hhmmmm….”, Jimmy menarik nafas panjang, dan mencoba tenang menyampaikan sesuatu yang telah lama dipendamnya. 

Kali ini, Jimmy berjanji, harus menyampaikannya, apapun resikonya, sekalipun nanti salsa akan membencinya dan bahkan menjauhinya.

“Ya Kak, ada apa, kok sepertinya sulit banget ngomongnya. Ayo donk, jangan buat aku mati penasaran gini donk!”, Salsa malah mencubit lengan Jimmy bercanda sambil tawa menyeringai menggoda.

Padahal saat itu, Jimmy malah hampir mau pingsan untuk menahan debaran degup jantungnya yang semakin kencang dan bahkan serasa sudah copot dari tubuh Jimmy.

“Salsa, aku serius nih. Jangan bercanda dunk”, pinta Jimmy dengan mimik serius.

“Yah, siapa juga yang bercanda, wong aku juga dari tadi sudah siap tuk mendengarkannya".  

"Nah, sekarang Kak Jimmy mau bilang apa nih, aku serius sekarang”, Salsa malah menarik wajah Jimmy yang duduk persis dihadapannya di teras rumah Salsa.

B E R S A M B U N G . . .

#Kesamaan Tempat, Nama dan Kejadian hanyalah kebetulan semata#

Cheers & Thank You…^_^…

Sunday, August 23, 2015 @ 03:25 p.m




LUSTRASI FOTO-FOTO DOK REDAKSI
MODERATOR - Penggagas KoKi : ZEVERINA
Pembaca "KOLOM KITA" (KoKi) entah di Bontang, Inggris, Bali, Belanda, New Jersey, Kuwait, Australia, atau di Kediri, silakan berbagi peristiwa seputar kehidupan sehari-hari. Kirimkan artikel dan foto melalui form "Kirim Artikel", jika mengalami kesulitan kirimkan melalui email: temennyazev@gmail.com ; kokizeverina@gmail.com


BERIKAN KOMENTAR ANDA






Lomba Blog: Cerita Hepi elevenia

William Antonius
Wednesday, 15 March 2017
Dibaca 640 kali | 0 Komentar

Hamparan Laut di Bawah Horizon Parai

Setiawan Liu - Jakarta
Wednesday, 15 March 2017
Dibaca 904 kali | 0 Komentar

Kawin Campur

Syu - Belanda
Wednesday, 08 March 2017
Dibaca 1987 kali | 0 Komentar

Menikmati Alam Musim Gugur

T.Moken-Michigan,USA
Tuesday, 22 November 2016
Dibaca 1108 kali | 0 Komentar

Glad All Over

Sirpa - Kalipornia - USA
Tuesday, 18 October 2016
Dibaca 1159 kali | 0 Komentar

Ke Taman Nasional Bako Serawak

Dewi Meong - Kuching - Malaysia
Tuesday, 27 September 2016
Dibaca 919 kali | 0 Komentar

Ke Bandung dengan Meong

Dewi Meong - Kuching - Jogja
Wednesday, 14 September 2016
Dibaca 1366 kali | 0 Komentar

Ada Colon Cancer Dalam Tubuhku

Sirpa - Kali Pornia - USA
Saturday, 10 September 2016
Dibaca 1966 kali | 0 Komentar

Kota Kuching

Dewi Meong - Kuching - Jogja
Wednesday, 07 September 2016
Dibaca 1283 kali | 0 Komentar

Ke Panti Pijat

T.Moken-Michigan, USA
Wednesday, 17 August 2016
Dibaca 2725 kali | 0 Komentar

Then and Now

Sirpa - Kalipornia - USA
Tuesday, 26 July 2016
Dibaca 1535 kali | 0 Komentar

Mohon Maaf Lahir Batin

Redaksi KoKi
Wednesday, 06 July 2016
Dibaca 1248 kali | 0 Komentar

Perayaan Asian American Pacific Islanders

Bono Anggono - Philadelphia - USA
Monday, 27 June 2016
Dibaca 1009 kali | 0 Komentar

Mencari Bono Anggono

Yunita Anggono
Monday, 27 June 2016
Dibaca 1205 kali | 0 Komentar
``


KOKINEWS

Glad All Over
Sirpa - Kalipornia - USA
Tuesday, 18 October 2016
Dibaca 1159 kali | 0 Komentar

Perayaan Asian American Pacific Islanders

Pengungsi

Brandi Chastain Sumbangkan Otaknya

Surat Terbuka Buat Ahok (1): Tahan Emosi

KOKISTORY

Ada Colon Cancer Dalam Tubuhku
Sirpa - Kali Pornia - USA
Saturday, 10 September 2016
Dibaca 1966 kali | 0 Komentar

Ilmu Yang Bermanfaat

Mahalnya Sebuah Ongkos Denda TILANG

Aku dan Kamu

Merindukan White Christmas

KOKIKOLOM

Pejabat Tionghoa
Setiawan Liu - Jakarta
Tuesday, 26 January 2016
Dibaca 2499 kali | 0 Komentar

Ayah

Gairah yang Hilang

Tepatkah Dia Untuk Anda?

Pentingkah Pembekuan Sperma?

KOKITOUR&FOOD

Hamparan Laut di Bawah Horizon Parai
Setiawan Liu - Jakarta
Wednesday, 15 March 2017
Dibaca 904 kali | 0 Komentar

Menikmati Alam Musim Gugur

Ke Taman Nasional Bako Serawak

Ke Bandung dengan Meong

Kota Kuching

KOKISIANA

Lomba Blog: Cerita Hepi elevenia
William Antonius
Wednesday, 15 March 2017
Dibaca 640 kali | 0 Komentar

Then and Now

Mohon Maaf Lahir Batin

Mencari Bono Anggono

Obong Pasar

Hai Z...

Dear God...
From Kokiers to Z...

Setiap penulis memiliki rumah. Shakespeare juga pernah bilang, bahwa kehidupan moral mempunyai "a habitation and a name", bertempat tinggal dan bernama. Mamak Z memiliki rumah bersama para penulis dan pembacanya di rumah...




© 2014 - powered by digitalbuana