9 Tahun telah berlalu

Maryati - Stg

Thursday, 03 September 2015


Saat terbangun di pagi hari ini, rasanya ada sesuatu yang membuncah dalam hati. Seseorang yang telah lama pergi datang menghampiri dalam bunga tidurku. Untuk sesaat aku masih membungkam membisu, mencoba menelisik apa arti dari kedatanganya, seolah nyata diriku bersamanya, bertemu dan aku sendiri tidak merasakan bahwa dirinya sudah tidak bersama kami lagi.

Malahan anakku yang bungsu berceloteh di pagi hari, sesaat beranjak dari peraduannya menyongsong aku yang sudah berbenah di dapur untuk mempersiapkan bekal dan sarapan pagi anak-anakku dan juga suami tercinta sebelum berangkat untuk beraktivitas.

“Ma, aku tadi malam mimpi buruk loh ma “, seru sibungsu.

“Oh ya, mimpi seperti apa sayang”, sahutku sambil tanganku masih sibuk berbenah.

“Yah itu loh ma, aku saja sampai ketakutan ma, padahal tadi malam sebelum tidur juga, kita sudah berdoa kan ma, biar aku tidak mimpi buruk, tuturnya panjang lebar, tetapi malahan apa isi mimpinya belum diceritakannnya.

“Ya sayang, mimpinya seperti apa nak, mama jadi penasaran nih”, ujarku sambil mengedipkan sebelah mataku untuknya.

“Nanti aja ya mah, aku mandi dulu deh, ntar kalau cerita sekarang, malah terlambat kesekolahnya, hehehhehe…”, jawabnya riang, padahal sang mama sudah pengen tahu banget tuh.

“Haaa…oke deh, anak mama pinter banget deh, hayuk mandi dulu yah, biar enggak telat, nanti mama tunggu deh ceritanya”, sahutku mengikuti ucapannya.

Karna sibungsu bercerita tentang mimpi, sesaat aku tersadar akan yang baru saja juga aku alami, saat beranjak dari peraduan, untuk memulai kegiatanku seperti biasanya.

“Hmmm…Hilang rasanya rinduku untuknya…sepertinya aku baru saja bertemu dengannya..oh Tuhan sampaikan salam rinduku untuknya disana, Damailah engkau dalam haribaanNYA”, ucapku membatin sambil mengingat-ingat kapan terakhir beliau hadir dalam bunga tidurku.

***

Sesampainya di plant site pagi ini, dengan agak terburu-buru aku memasuki ruanganku dan mengambil attendance list untuk safety talk.  Saat mengisi tanggal September 01, 2015, mataku langsung tertuju pada sebuah foto kenangan terindah yang tak terlupakan, yang aku letakkan persis dimeja kerjaku.

“Ya Tuhan, Engkau mengingatkanku lagi tentangnya, sehingga Engkau menghadirkannya dalam bunga tidurku pagi hari ini”.

Dalam mimpiku, Ayah masih seperti dulu, pakaiannya rapi sekali, persis seperti beliau dulu semasa masih aktif.  Hmmm…anganku kembali melayang kebeberapa tahun yang lampau, dimana dulu Ayah tidak ingin ada anaknya yang meniru profesinya.  Bahkan dulu semua coret-coretan tanganku yang aku titipkan untuknya, hanyalah disimpannya dan tidak pernah sampai ke tempat dimana beliau mendedikasikan dirinya selama bertahun-tahun.  Aku tidak ingat persis berapa lama beliau ada disana, hanya yang aku ingat sampai sekarang, walaupun Ayah sudah tidak aktif lagi disana karna sudah masa pensiun, saat beliau meninggal, banyak rekan-rekan seprofesi Ayah yang melayat dan dari sanalah aku semakin mengetahui, seperti apa profesi sang Ayahku dulu, dimana dulu tidak pernah mengenal waktu, sungguh berdedikasi penuh dengan profesi yang dijalankannya dan sangat peduli dan setia sesama teman.  Itu sangat kami rasakan saat rekan-rekan Ayah juga turut menghantarkannya, ke tempat peristirahatannya yang terakhir. 

 

 

 “Sudah 9 tahun Ayah, engkau kembali padaNYA, aku sangat mencintaimu dan akan selalu merindukanmu” ucapku sambil mengelus-elus wajah Ayahku yang gagah dalam photo itu. 

Tak dapat kubendung lagi, airmataku menggenangi pelupuk mata sambil menahan keharuan yang membuncah sejak tersadar dengan tanggal yang aku tuliskan tadi.

“Aku juga akan selalu mendoakanmu Ayahku, kiranya Damailah engkau dalam keabadian bersamanNYA disurga”.

Segera aku menguasai diri, dan harus kembali ke alam yang nyata, bahwa hidup ini harus berjalan terus, dan aku hanyalah sebagai seorang manusia yang lemah, yang memang kadang secara manusiawi akan selalu merindukannya, namun aku percaya bahwa hidupnya akan kekal untuk selamaNYA bagi umatNYA yang percaya dan setia kepadaNYA.

“Terimakasih Tuhan atas cinta dan kasih beliau untukku dan keluarga besarku, kiranya kasihnya dapat aku tebarkan lagi untuk anak-anakku, sama seperti beliau dulu lakukan untukku dimasa kecil”

***


Sebelum memasuki auditorium, aku menyempatkan menelepon suamiku mengabarkan bahwa aku sudah sampai, seperti biasa aku lakukan.  “Pa, aku sudah sampai ya, dan ternyata aku baru sadar bahwa sekarang adalah tanggal 1 September”.

“Iya Ma, tadi pagi juga sebenarnya, papa mau bilang seperti itu ke mama, tapi aku enggak mau mama jadi bersedih.  Beliau sudah tenang dan damai disana ya mama, kita hanya bisa mendoakannya selama masih dalam perjalanan panjang di dunia ini”, ucapnya singkat.

Hatiku semakin tercekat. 

***

“Untuk Ayah tercinta, aku ingin bertemu, walau hanya dalam mimpi” # sing a song.. : - (  


 

#In memoriam to my Beloved Father (J. Urbanus Stg)

Dari Putrimu yang sangat mencintaimu

Pada hari ini, kuberikan senyumku untukmu disana

Dan berharap Kiranya Ayah tersenyum juga dari alam sana

Dan bila saatnya tiba, kita akan bertemu lagi ya Ayah

Semoga engkau masih dapat mengenalku lagi…

Monday, September 12:50 p.m




LUSTRASI FOTO-FOTO DOK REDAKSI
MODERATOR - Penggagas KoKi : ZEVERINA
Pembaca "KOLOM KITA" (KoKi) entah di Bontang, Inggris, Bali, Belanda, New Jersey, Kuwait, Australia, atau di Kediri, silakan berbagi peristiwa seputar kehidupan sehari-hari. Kirimkan artikel dan foto melalui form "Kirim Artikel", jika mengalami kesulitan kirimkan melalui email: temennyazev@gmail.com ; kokizeverina@gmail.com


BERIKAN KOMENTAR ANDA






Lomba Blog: Cerita Hepi elevenia

William Antonius
Wednesday, 15 March 2017
Dibaca 640 kali | 0 Komentar

Hamparan Laut di Bawah Horizon Parai

Setiawan Liu - Jakarta
Wednesday, 15 March 2017
Dibaca 904 kali | 0 Komentar

Kawin Campur

Syu - Belanda
Wednesday, 08 March 2017
Dibaca 1987 kali | 0 Komentar

Menikmati Alam Musim Gugur

T.Moken-Michigan,USA
Tuesday, 22 November 2016
Dibaca 1108 kali | 0 Komentar

Glad All Over

Sirpa - Kalipornia - USA
Tuesday, 18 October 2016
Dibaca 1159 kali | 0 Komentar

Ke Taman Nasional Bako Serawak

Dewi Meong - Kuching - Malaysia
Tuesday, 27 September 2016
Dibaca 919 kali | 0 Komentar

Ke Bandung dengan Meong

Dewi Meong - Kuching - Jogja
Wednesday, 14 September 2016
Dibaca 1366 kali | 0 Komentar

Ada Colon Cancer Dalam Tubuhku

Sirpa - Kali Pornia - USA
Saturday, 10 September 2016
Dibaca 1966 kali | 0 Komentar

Kota Kuching

Dewi Meong - Kuching - Jogja
Wednesday, 07 September 2016
Dibaca 1283 kali | 0 Komentar

Ke Panti Pijat

T.Moken-Michigan, USA
Wednesday, 17 August 2016
Dibaca 2725 kali | 0 Komentar

Then and Now

Sirpa - Kalipornia - USA
Tuesday, 26 July 2016
Dibaca 1535 kali | 0 Komentar

Mohon Maaf Lahir Batin

Redaksi KoKi
Wednesday, 06 July 2016
Dibaca 1248 kali | 0 Komentar

Perayaan Asian American Pacific Islanders

Bono Anggono - Philadelphia - USA
Monday, 27 June 2016
Dibaca 1009 kali | 0 Komentar

Mencari Bono Anggono

Yunita Anggono
Monday, 27 June 2016
Dibaca 1205 kali | 0 Komentar
``


KOKINEWS

Glad All Over
Sirpa - Kalipornia - USA
Tuesday, 18 October 2016
Dibaca 1159 kali | 0 Komentar

Perayaan Asian American Pacific Islanders

Pengungsi

Brandi Chastain Sumbangkan Otaknya

Surat Terbuka Buat Ahok (1): Tahan Emosi

KOKISTORY

Ada Colon Cancer Dalam Tubuhku
Sirpa - Kali Pornia - USA
Saturday, 10 September 2016
Dibaca 1966 kali | 0 Komentar

Ilmu Yang Bermanfaat

Mahalnya Sebuah Ongkos Denda TILANG

Aku dan Kamu

Merindukan White Christmas

KOKIKOLOM

Pejabat Tionghoa
Setiawan Liu - Jakarta
Tuesday, 26 January 2016
Dibaca 2499 kali | 0 Komentar

Ayah

Gairah yang Hilang

Tepatkah Dia Untuk Anda?

Pentingkah Pembekuan Sperma?

KOKITOUR&FOOD

Hamparan Laut di Bawah Horizon Parai
Setiawan Liu - Jakarta
Wednesday, 15 March 2017
Dibaca 904 kali | 0 Komentar

Menikmati Alam Musim Gugur

Ke Taman Nasional Bako Serawak

Ke Bandung dengan Meong

Kota Kuching

KOKISIANA

Lomba Blog: Cerita Hepi elevenia
William Antonius
Wednesday, 15 March 2017
Dibaca 640 kali | 0 Komentar

Then and Now

Mohon Maaf Lahir Batin

Mencari Bono Anggono

Obong Pasar

Hai Z...

Dear God...
From Kokiers to Z...

Setiap penulis memiliki rumah. Shakespeare juga pernah bilang, bahwa kehidupan moral mempunyai "a habitation and a name", bertempat tinggal dan bernama. Mamak Z memiliki rumah bersama para penulis dan pembacanya di rumah...




© 2014 - powered by digitalbuana