Tanpa Something Buat Anything (1)

Bono Anggono - Philadelphia - USA

Thursday, 27 August 2015


New York, Sabtu 22 Agustus. Ruas jalan 68th Street antara Madison Avenue dan Fifth Avenue dimana Konsulat Indonesia berlokasi, berlangsung Indonesia's First NYC Street Festival yang merupakan puncak rangkaian acara perayaan HUT RI ke-70. 






Ribuan pengunjung menikmati tidak hanya pertunjukan seni dan budaya tetapi juga berbagai kuliner nusantara. Kepada penulis, ketua panitia festival Benny Siahaan mengatakan street festival yang digelar hari ini adalah yang pertama kalinya sejak Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) berdiri tahun 1951 dan merupakan persembahan istimewa dari komunitas Indonesia di New York kepada Republik Indonesia. "Angka 70 spesial jadi kita bikin yang paling istimewa", ujarnya. 



Dalam sambutannya, Konsul Ghafur Dharmaputra menyampaikan rasa bangga dan haru yang dirasakan dengan digelarnya Indonesia Street Festival ini yang dihadiri tidak hanya oleh diaspora Indonesia yang menetap di New York, tetapi juga mereka yang datang dari Boston, New Hampshire dan Connecticut. 

Ghafur menghaturkan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah bekerja sama dan membantu hingga terwujudnya acara dan juga berharap agar di tahun mendatang acara serupa dapat dilaksanakan lagi dengan syarat peserta dan pengunjung dapat menjaga kebersihan, keamanan dan level of noise. 

"Sesuai dengan semangat yang diserukan pemerintah, ayo kerja, ayo kerja, ayo kerja, mari kita semua bekerja bukan hanya untuk individu melainkan juga untuk keluarga, komunitas dan untuk seluruh bangsa Indonesia. Salam merdeka !", demikian Konsul mengakhiri sambutannya.











Seorang wanita yang hadir dalam festival dan sedang berada di Amerika Serikat untuk suatu keperluan mengatakan kepada penulis, bahwa dirinya bangga menjadi bangsa Indonesia dan dapat menjadi bagian dari perayaan HUT RI ke-70. "Saya lahir, besar dan tinggal di tengah masyarakat Indonesia. Kalau dilihat dari waktu ke waktu Indonesia semakin hari semakin baik dari segi pembangunan maupun sisi sosial masyarakat", ujarnya. 

Lebih lanjut ia mengatakan, Indonesia memiliki segala macam sumber daya yang melimpah ruah dan untuk meningkatkan potensi serta memanfaatkan sumber daya yang tersedia. Wanita itu  berharap sumber daya manusia mendapat perhatian pemerintah agar dapat berlari kencang dipasar global. Tidak disangkal setelah 70 tahun merdeka, di beberapa titik masih terdapat kesenjangan, ada yang tinggi, menengah dan juga yang bawah. "Indonesia bisa lebih maju, bisa lebih bagus jika secara total kita bisa merubah mindset, merubah pola pikir setiap individu". 







Wanita yang bergerak dalam bidang sumber daya manusia ini berpendapat, mindset orang Indonesia itu malas, bergantung, mengulur waktu dan senang menunggu disaat sebetulnya ada demikian banyak peluang. "Apa sich yang enggak bisa tumbuh di Indonesia? Kalau kata Koes Plus tongkat kayu aja bisa jadi segala macam". 

Dia menyayangkan tidak sedikit orang Indonesia hanya melihat sosok orang lain yang hebat tetapi mereka tidak melihat bagaimana proses itu terjadi. "Banyak yang hanya ingin instant. Kita tidak bisa melakukannya, kita harus melakukannya lewat proses demi proses dari segala sumber yang sudah ada di Indonesia. Tuhan sudah menciptakan Indonesia dengan luar biasa, kita sebagai anak bangsa harus mampu menggunakan pemberian Tuhan itu. Banyak yang tidak mampu memanfaatkan potensi yang ada di sekelilingnya, cuma mampu melihat orang lain begini atau begitu tanpa melakukan something, tetapi mau mendapatkan anything, ini kan engga lucu!. Harapan saya pada Indonesia yang telah berusia 70 tahun ini kedepannya mau membangun sumber daya manusianya". 







Wanita yang baru tiba beberapa hari di Amerika Serikat ini terkesan dengan orang Amerika yang dengan senang hati akan menahan pintu untuk orang yang berjalan di belakangnya, "Orang Indonesia yang dikenal amat ramah dan suka tolong menolong mana bisa begitu!. Mereka menilai orang Amerika itu lebih individualistic, kalau melihat contoh ini, yang mana yang lebih individualistic?". 

Menurutnya, banyak hal yang harus kita semua pelajari dan kita juga harus melihat dunia luar. Ia berharap peran pemerintah yang lebih besar pada sumber daya manusia yang jumlahnya 240 juta orang namun tidak banyak yang kompeten. "Berapa persen yang kompeten?". 

"Jika sumber daya manusia bisa diperbaiki, mindsetnya sudah benar, Indonesia akan jauh lebih makmur". Apa kurang besar potensi laut, potensi hutan dan potensi lainnya sehingga sumber daya yang ada terlepas dan keluar karena tidak ada yang mengolahnya yang mana sebenarnya dapat dilakukan oleh orang-orang Indonesia sendiri. Ini PR besar bagi Indonesia", demikian ia mengakhiri perbincangan.







LUSTRASI FOTO-FOTO DOK REDAKSI
MODERATOR - Penggagas KoKi : ZEVERINA
Pembaca "KOLOM KITA" (KoKi) entah di Bontang, Inggris, Bali, Belanda, New Jersey, Kuwait, Australia, atau di Kediri, silakan berbagi peristiwa seputar kehidupan sehari-hari. Kirimkan artikel dan foto melalui form "Kirim Artikel", jika mengalami kesulitan kirimkan melalui email: temennyazev@gmail.com ; kokizeverina@gmail.com


BERIKAN KOMENTAR ANDA






Lomba Blog: Cerita Hepi elevenia

William Antonius
Wednesday, 15 March 2017
Dibaca 640 kali | 0 Komentar

Hamparan Laut di Bawah Horizon Parai

Setiawan Liu - Jakarta
Wednesday, 15 March 2017
Dibaca 904 kali | 0 Komentar

Kawin Campur

Syu - Belanda
Wednesday, 08 March 2017
Dibaca 1987 kali | 0 Komentar

Menikmati Alam Musim Gugur

T.Moken-Michigan,USA
Tuesday, 22 November 2016
Dibaca 1108 kali | 0 Komentar

Glad All Over

Sirpa - Kalipornia - USA
Tuesday, 18 October 2016
Dibaca 1159 kali | 0 Komentar

Ke Taman Nasional Bako Serawak

Dewi Meong - Kuching - Malaysia
Tuesday, 27 September 2016
Dibaca 919 kali | 0 Komentar

Ke Bandung dengan Meong

Dewi Meong - Kuching - Jogja
Wednesday, 14 September 2016
Dibaca 1366 kali | 0 Komentar

Ada Colon Cancer Dalam Tubuhku

Sirpa - Kali Pornia - USA
Saturday, 10 September 2016
Dibaca 1966 kali | 0 Komentar

Kota Kuching

Dewi Meong - Kuching - Jogja
Wednesday, 07 September 2016
Dibaca 1283 kali | 0 Komentar

Ke Panti Pijat

T.Moken-Michigan, USA
Wednesday, 17 August 2016
Dibaca 2725 kali | 0 Komentar

Then and Now

Sirpa - Kalipornia - USA
Tuesday, 26 July 2016
Dibaca 1535 kali | 0 Komentar

Mohon Maaf Lahir Batin

Redaksi KoKi
Wednesday, 06 July 2016
Dibaca 1248 kali | 0 Komentar

Perayaan Asian American Pacific Islanders

Bono Anggono - Philadelphia - USA
Monday, 27 June 2016
Dibaca 1009 kali | 0 Komentar

Mencari Bono Anggono

Yunita Anggono
Monday, 27 June 2016
Dibaca 1205 kali | 0 Komentar
``


KOKINEWS

Glad All Over
Sirpa - Kalipornia - USA
Tuesday, 18 October 2016
Dibaca 1159 kali | 0 Komentar

Perayaan Asian American Pacific Islanders

Pengungsi

Brandi Chastain Sumbangkan Otaknya

Surat Terbuka Buat Ahok (1): Tahan Emosi

KOKISTORY

Ada Colon Cancer Dalam Tubuhku
Sirpa - Kali Pornia - USA
Saturday, 10 September 2016
Dibaca 1966 kali | 0 Komentar

Ilmu Yang Bermanfaat

Mahalnya Sebuah Ongkos Denda TILANG

Aku dan Kamu

Merindukan White Christmas

KOKIKOLOM

Pejabat Tionghoa
Setiawan Liu - Jakarta
Tuesday, 26 January 2016
Dibaca 2499 kali | 0 Komentar

Ayah

Gairah yang Hilang

Tepatkah Dia Untuk Anda?

Pentingkah Pembekuan Sperma?

KOKITOUR&FOOD

Hamparan Laut di Bawah Horizon Parai
Setiawan Liu - Jakarta
Wednesday, 15 March 2017
Dibaca 904 kali | 0 Komentar

Menikmati Alam Musim Gugur

Ke Taman Nasional Bako Serawak

Ke Bandung dengan Meong

Kota Kuching

KOKISIANA

Lomba Blog: Cerita Hepi elevenia
William Antonius
Wednesday, 15 March 2017
Dibaca 640 kali | 0 Komentar

Then and Now

Mohon Maaf Lahir Batin

Mencari Bono Anggono

Obong Pasar

Hai Z...

Dear God...
From Kokiers to Z...

Setiap penulis memiliki rumah. Shakespeare juga pernah bilang, bahwa kehidupan moral mempunyai "a habitation and a name", bertempat tinggal dan bernama. Mamak Z memiliki rumah bersama para penulis dan pembacanya di rumah...




© 2014 - powered by digitalbuana