Kisah Tentang Mama

Maryati - Stg

Sunday, 12 July 2015


Hello Kokiers…


www.wired.com

Selamat Pagi semuanya…

Nach loh! Kok, saya yakin banget gitu kalau KoKiers bakal baca artikel ini di pagi hari ^_^..yah enggak apa-apalah yao..maksa.dikit.com boleh donk akh..biar enggak terlalu serius gitu..mau nyantai dikit mengendorkan urat-urat kepala yang kadang hampir sudah meledak-ledak (wow, hiperbola banget nih..hehehee..), enggak dink..maksudnya biar relax temans..

Tapi jujur (jujur kacang hejo nich!) ^_^ , emang saya menuliskan ini di pagi hari sekali, karena ide tulisan ini muncul saat saya lagi berakting sebagai “mpok-mpok di pagi hari”, tiba-tiba saya teringat dengan mama bagaimana beliau juga sama melakukan apa yang sekarang saya lakukan untuk keluarga saya. So, sebelum ide ini menguap dari benak, saya tuangkanlah di pagi-pagi ini, jadi tidak salah khan kalau saya menyapa KoKiers dengan ‘selamat Pagi’..haahahha…^_^…


Kapan mau ceritanya dunk?....

Wokeh deh, sebelum para penonton, eh salah maksute pembaca yang terkasih, ntar keburu nimpukin saya, hahahha….”peace ya bro and sistaaa….” @_*…


***

Ibu atau mama atau barangkali KoKiers memiliki panggilan sayang buat sang Bunda.  Rasanya tak ada habis-habisnya punya kisah dalam benak untuk seorang mama (saya biasa memanggilnya seperti itu), yang telah menghadirkan diri ini ke alam yang begitu indah ini, alam ciptanNYA, sehingga hari ini masih dapat menarik nafas dengan gratis daripadanYA.

Bagiku sendiri, beliau adalah seorang sosok yang tak dapat tergantikan oleh siapapun di dunia ini, yang dapat memberikan kedamaian di hati. Dengan kesabarannya yang tinggi telah berusaha semampunya untuk mendidik dan membesarkan anak-anaknya dengan cinta yang tulus dan murni.  Untuk cinta yang tulus dan murni, adalah nyata, karena mama tidak akan pernah mengharapkan sesuatu imbalan apapun untuk segala sesuatu yang telah beliau curahkan dalam kehidupan anak-anaknya.

Oh ya, saat hanya menyebutkan mama saja, rasanya tak adil ya. Sebenarnya sang ayah juga sama memiliki andil. Hanya memang saat ini, saya hanya mau mencurahkan rasa dan asa tentang seorang mama yang semua KoKiers pasti pernah merasakan jamahan seorang mama/bunda/ibu, merasakan ketulusannya dengan cintanya selama masih dalam menjalani kehidupan ini.

Seminggu yang lalu, saya menghubungi Kakak lelaki saya, untuk menyampaikan ungkapan ‘selamat menjalankan ibadah puasa’, akan tetapi dalam akhir pembicaraan, beliau menyampaikan bahwa sang mama akan ke kota ini, untuk menjenguk kami anak-anaknya yang ada di sini.

Dalam perbincangan tersebut, jujur saya langsung kaget dan agak merinding.  Mungkin karena begitu terharu mendengar berita keinginan mama saya yang ingin menjeguk kami anak-anaknya seperti sediakala dulu beliau lakukan untuk kami di perantauan ini.


www.livestrong.com

Saya sampai merasakan seperti itu, karena saya seperti dalam mimpi, bagaimana mungkin beliau benar akan kesini, wong sehari-harinya saja harus membutuhkan obat dan obat.  Bahkan bila saya juga menelepon boleh dibilang hampir sekali dua hari atau sedikitnya 3 kali dalam seminggu.

Saya harus dalam kondisi tenang, karena kadang hari ini saya bisa berbincang-bincang dengan baik dan beliau bisa mendengar dengan jelas, tetapi bisa saja besok harinya bila saya telp lagi. Mungkin mama sudah kambuh lagi sakitnya, bahkan untuk dudukpun sudah tidak bisa, dan suaranyapun akan kedengaran letih sekali untuk berbicara. Jadi tidak tega untuk berbicara dengannya.  Bila sudah seperti itu, malah sesudahnya saya bisa menangis membayangkannya dalam kondisi labil, karena harus ke dokter terus.

Akh..rasanya mustahil untuk saya sebagai manusia biasa.  Tapi jauh dalam lubuk hati ini, ingin sekali..mama tercinta dapat aku peluk di rumahku sendiri yang mungil dan juga dapat melihat buah hatiku yang telah semakin besar, dimana dulu beliaulah yang menemaniku selama 2 bulan penuh untuk mengajari aku bagaimana mengasuh bayi dan memberikan kenyamanan teristimewa untuk dapat memberikan ASI buat kedua buah hatiku.

Hmmm…Tak terasa Sembilan tahun lebih telah berlalu..kenangan itu akan selalu aku simpan rapi dalam lubuk hati ini, dan bahkan dalam setiap aku mengasuh anakku teristimewa dalam menemani mereka berangkat keperaduannya, tak henti-hentinya aku sering berceloteh untuk pangeran-pangeranku itu, bagaimana dulu mamaku menemaniku merawat mereka diwaktu baru lahir.  Dan bahkan hingga hari ini, masih aku lakukan untuk sibungsu pangeranku, bersenandung meninabobokannya.

Saat misa minggu pagi kemaren, selama prosesi misa syukur memandangNYA di altar suci, tak henti-hentinya memohon keajaiban dariNYA, bila memang ada waktu dan kesempatan, aku diberikanNYA kemewahan untuk memeluk mamaku tersayang ditempat ini, bersama dengan keluarga kecilku.  Aku percaya, tiada yang mustahil untukNYA, semoga aku dilayakkan olehNYA untuk menerima berkatNYA.

Kini aku hanya menanti dan menunggu berita kepastian kedatangannya, dan meskipun nanti kehadirannya di kotaku ini tidak kesampaian, akan tetapi niat, keinginan dan kerinduan mama tersebut sudah disampaikan kepada kami anak-anaknya.

Bahkan dalam sesi doa makannya sekalipun, beliau menghaturkan keinginan tersebut, agar kiranya mama diberikan olehNYA kesempatan untuk bertemu dengan anak-anaknya di kota ini.

Hmmm…aku bisa membayangkannya bagaimana raut wajah mama dalam suasana khusuk seperti itu, dan dari sanalah aku banyak belajar tentang bagaimana meyakini sesuatu yang buat kita manusia tidak mungkin, akan tetapi bila kita mau berusaha dan untuk selanjutnya menyerahkan segala rencana-rencana ke dalam tanganNYA, semua ketidakmungkinan itu bisa saja menjadi ‘mungkin’.  Itu yang selalu aku ingat dari mama, semua akan indah pada waktuNYA.



Terimakasih Tuhan untuk segala anugerahmu yang telah memberikan aku seorang mama yang begitu baik dengan segala kisah perjalanan hidupnya hingga hari ini, dan semoga aku dapat lagi memeluk tubuhnya yang semakin senja itu dan menyibak rambut putihnya yang halus dan merasakan harum wangi dekapan hangatnya untukku lagi. 

Semoga….


#Melalui tulisan ini, perkenankanlah saya haturkan terimakasih untuk sahabatku Kokiers, yang dulu kala pernah turut mendoakan kesembuhan sang mama disaat kritis, hingga hari ini aku masih dapat memilikinya..Thank you Bro and Sista..dukungan doa kalian semua saat itu, sungguh merupakan suatu keteguhan tersendiri buat saya..kiranya kita semua selalu dalam Lindungan dan Tangan kasihNYA..#

Cheers & Thank You...^_^...

Tuesday, July 07, 2015 @ 05:20 a.m




LUSTRASI FOTO-FOTO DOK REDAKSI
MODERATOR - Penggagas KoKi : ZEVERINA
Pembaca "KOLOM KITA" (KoKi) entah di Bontang, Inggris, Bali, Belanda, New Jersey, Kuwait, Australia, atau di Kediri, silakan berbagi peristiwa seputar kehidupan sehari-hari. Kirimkan artikel dan foto melalui form "Kirim Artikel", jika mengalami kesulitan kirimkan melalui email: temennyazev@gmail.com ; kokizeverina@gmail.com


BERIKAN KOMENTAR ANDA






Lomba Blog: Cerita Hepi elevenia

William Antonius
Wednesday, 15 March 2017
Dibaca 640 kali | 0 Komentar

Hamparan Laut di Bawah Horizon Parai

Setiawan Liu - Jakarta
Wednesday, 15 March 2017
Dibaca 904 kali | 0 Komentar

Kawin Campur

Syu - Belanda
Wednesday, 08 March 2017
Dibaca 1987 kali | 0 Komentar

Menikmati Alam Musim Gugur

T.Moken-Michigan,USA
Tuesday, 22 November 2016
Dibaca 1108 kali | 0 Komentar

Glad All Over

Sirpa - Kalipornia - USA
Tuesday, 18 October 2016
Dibaca 1159 kali | 0 Komentar

Ke Taman Nasional Bako Serawak

Dewi Meong - Kuching - Malaysia
Tuesday, 27 September 2016
Dibaca 919 kali | 0 Komentar

Ke Bandung dengan Meong

Dewi Meong - Kuching - Jogja
Wednesday, 14 September 2016
Dibaca 1366 kali | 0 Komentar

Ada Colon Cancer Dalam Tubuhku

Sirpa - Kali Pornia - USA
Saturday, 10 September 2016
Dibaca 1966 kali | 0 Komentar

Kota Kuching

Dewi Meong - Kuching - Jogja
Wednesday, 07 September 2016
Dibaca 1283 kali | 0 Komentar

Ke Panti Pijat

T.Moken-Michigan, USA
Wednesday, 17 August 2016
Dibaca 2725 kali | 0 Komentar

Then and Now

Sirpa - Kalipornia - USA
Tuesday, 26 July 2016
Dibaca 1535 kali | 0 Komentar

Mohon Maaf Lahir Batin

Redaksi KoKi
Wednesday, 06 July 2016
Dibaca 1248 kali | 0 Komentar

Perayaan Asian American Pacific Islanders

Bono Anggono - Philadelphia - USA
Monday, 27 June 2016
Dibaca 1009 kali | 0 Komentar

Mencari Bono Anggono

Yunita Anggono
Monday, 27 June 2016
Dibaca 1205 kali | 0 Komentar
``


KOKINEWS

Glad All Over
Sirpa - Kalipornia - USA
Tuesday, 18 October 2016
Dibaca 1159 kali | 0 Komentar

Perayaan Asian American Pacific Islanders

Pengungsi

Brandi Chastain Sumbangkan Otaknya

Surat Terbuka Buat Ahok (1): Tahan Emosi

KOKISTORY

Ada Colon Cancer Dalam Tubuhku
Sirpa - Kali Pornia - USA
Saturday, 10 September 2016
Dibaca 1966 kali | 0 Komentar

Ilmu Yang Bermanfaat

Mahalnya Sebuah Ongkos Denda TILANG

Aku dan Kamu

Merindukan White Christmas

KOKIKOLOM

Pejabat Tionghoa
Setiawan Liu - Jakarta
Tuesday, 26 January 2016
Dibaca 2499 kali | 0 Komentar

Ayah

Gairah yang Hilang

Tepatkah Dia Untuk Anda?

Pentingkah Pembekuan Sperma?

KOKITOUR&FOOD

Hamparan Laut di Bawah Horizon Parai
Setiawan Liu - Jakarta
Wednesday, 15 March 2017
Dibaca 904 kali | 0 Komentar

Menikmati Alam Musim Gugur

Ke Taman Nasional Bako Serawak

Ke Bandung dengan Meong

Kota Kuching

KOKISIANA

Lomba Blog: Cerita Hepi elevenia
William Antonius
Wednesday, 15 March 2017
Dibaca 640 kali | 0 Komentar

Then and Now

Mohon Maaf Lahir Batin

Mencari Bono Anggono

Obong Pasar

Hai Z...

Dear God...
From Kokiers to Z...

Setiap penulis memiliki rumah. Shakespeare juga pernah bilang, bahwa kehidupan moral mempunyai "a habitation and a name", bertempat tinggal dan bernama. Mamak Z memiliki rumah bersama para penulis dan pembacanya di rumah...




© 2014 - powered by digitalbuana