Dalang Cilik Pertama Mendalang di Amerika

Ramon

Wednesday, 01 July 2015

Gymna Cahyo Nugroho menjadi dalang cilik pertama yang akan tampil di Amerika Serikat. Siswa kelas V SD Muhammadiyah Al Mujahidin Gunungkidul, Yogyakarta, itu akan mendalang di hadapan tamu-tamu Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Washington DC dan Konsulat Jenderal di New York pada 25 Juli 2015.


"Senang bisa ke luar negeri. Tadinya waktu kelas tiga, sempat kepikiran baru akan ke luar negeri nanti saat SMP atau SMA. Tidak menyangka kelas lima sudah ke luar negeri karena mendalang," tutur Gymna kepada Metrotvnews.

Untuk pentas di Amerika, dia  akan membawakan kisah Gatotkaca yang dikenal dengan Banjaran Gatotkaca. Cerita ini mengisahkan saat Gatotkaca lahir hingga meninggal. Pementasakan akan menggunakan bahasa Jawa.

Seorang pengajar yang melatih Gymna mendalang, Slamet, mengungkapkan bahwa Gymna memiliki kelebihan tersendiri. "Gymna merupakan anak yang selalu bersemangat, pembelajar, dan memiliki rasa tanggung jawab besar. Dia juga memiliki daya kreativitas yang baik. Materi yang paling sulit bagi siswa, dia sudah menguasainya," puji Slamet.


Sementara itu, Kepala SD Muhammadiyah Al Mujahidin Wonosari, Andar Jumailan, menjelaskan, keberangkatan Gymna didukung oleh KBRI, Kemendikbud, hingga Pemerintah Daerah Kabupaten Gunungkidul. "Keberangkatan Gymna ini sebagai dukungan bagi pengembangan budaya, khususnya menumbuhkembangkan potensi anak. Memang masih belum banyak tergarap. Perlu juga ditumbuhkan sejak dini," tutur Andar.

Sebelum memperoleh kesempatan mendalang di Amerika, siswa kelahiran Mataram, Nusa Tenggara Barat, 14 Februari 2004, itu pentas sebagai dalang dalam kegiatan sekolah, bersih desa, dan aneka lomba.

Peluang emas mulai datang usai rekaman video Gymna mendalang diunggah ke situs berbagi video, Youtube, oleh ayahnya. Tak disangka, seseorang yang mengaku perwakilan dari KBRI menghubungi ayah Gymna melalui alamat yang tertera pada video.

Perjalanan Gymna menjadi seorang dalang cilik dimulai sejak usia satu tahun. Meski usianya masih balita, Gymna telah menunjukkan ketertarikan dengan lakon wayang. Melihat Gymna menyukai wayang, orang tuanya kemudian mengikutsertakan Gymna ke Sanggar Pengilasan, Wiladeg, Wonosari, Gunungkidul, untuk mendalami dunia pewayangan.

Putra pasangan Teguh Siswanto dan Wahida Asroni ini tak cukup puas hanya belajar di sanggar. Di rumahnya, dia banyak menirukan suara kaset yang berisi aksi para dalang profesional. Gymna mengaku, paling suka penampilan dalang Bayuaji dan Hadi Sugito. 




LUSTRASI FOTO-FOTO DOK REDAKSI
MODERATOR - Penggagas KoKi : ZEVERINA
Pembaca "KOLOM KITA" (KoKi) entah di Bontang, Inggris, Bali, Belanda, New Jersey, Kuwait, Australia, atau di Kediri, silakan berbagi peristiwa seputar kehidupan sehari-hari. Kirimkan artikel dan foto melalui form "Kirim Artikel", jika mengalami kesulitan kirimkan melalui email: temennyazev@gmail.com ; kokizeverina@gmail.com


BERIKAN KOMENTAR ANDA






Lomba Blog: Cerita Hepi elevenia

William Antonius
Wednesday, 15 March 2017
Dibaca 640 kali | 0 Komentar

Hamparan Laut di Bawah Horizon Parai

Setiawan Liu - Jakarta
Wednesday, 15 March 2017
Dibaca 904 kali | 0 Komentar

Kawin Campur

Syu - Belanda
Wednesday, 08 March 2017
Dibaca 1987 kali | 0 Komentar

Menikmati Alam Musim Gugur

T.Moken-Michigan,USA
Tuesday, 22 November 2016
Dibaca 1108 kali | 0 Komentar

Glad All Over

Sirpa - Kalipornia - USA
Tuesday, 18 October 2016
Dibaca 1159 kali | 0 Komentar

Ke Taman Nasional Bako Serawak

Dewi Meong - Kuching - Malaysia
Tuesday, 27 September 2016
Dibaca 919 kali | 0 Komentar

Ke Bandung dengan Meong

Dewi Meong - Kuching - Jogja
Wednesday, 14 September 2016
Dibaca 1366 kali | 0 Komentar

Ada Colon Cancer Dalam Tubuhku

Sirpa - Kali Pornia - USA
Saturday, 10 September 2016
Dibaca 1966 kali | 0 Komentar

Kota Kuching

Dewi Meong - Kuching - Jogja
Wednesday, 07 September 2016
Dibaca 1283 kali | 0 Komentar

Ke Panti Pijat

T.Moken-Michigan, USA
Wednesday, 17 August 2016
Dibaca 2725 kali | 0 Komentar

Then and Now

Sirpa - Kalipornia - USA
Tuesday, 26 July 2016
Dibaca 1535 kali | 0 Komentar

Mohon Maaf Lahir Batin

Redaksi KoKi
Wednesday, 06 July 2016
Dibaca 1248 kali | 0 Komentar

Perayaan Asian American Pacific Islanders

Bono Anggono - Philadelphia - USA
Monday, 27 June 2016
Dibaca 1009 kali | 0 Komentar

Mencari Bono Anggono

Yunita Anggono
Monday, 27 June 2016
Dibaca 1205 kali | 0 Komentar
``


KOKINEWS

Glad All Over
Sirpa - Kalipornia - USA
Tuesday, 18 October 2016
Dibaca 1159 kali | 0 Komentar

Perayaan Asian American Pacific Islanders

Pengungsi

Brandi Chastain Sumbangkan Otaknya

Surat Terbuka Buat Ahok (1): Tahan Emosi

KOKISTORY

Ada Colon Cancer Dalam Tubuhku
Sirpa - Kali Pornia - USA
Saturday, 10 September 2016
Dibaca 1966 kali | 0 Komentar

Ilmu Yang Bermanfaat

Mahalnya Sebuah Ongkos Denda TILANG

Aku dan Kamu

Merindukan White Christmas

KOKIKOLOM

Pejabat Tionghoa
Setiawan Liu - Jakarta
Tuesday, 26 January 2016
Dibaca 2499 kali | 0 Komentar

Ayah

Gairah yang Hilang

Tepatkah Dia Untuk Anda?

Pentingkah Pembekuan Sperma?

KOKITOUR&FOOD

Hamparan Laut di Bawah Horizon Parai
Setiawan Liu - Jakarta
Wednesday, 15 March 2017
Dibaca 904 kali | 0 Komentar

Menikmati Alam Musim Gugur

Ke Taman Nasional Bako Serawak

Ke Bandung dengan Meong

Kota Kuching

KOKISIANA

Lomba Blog: Cerita Hepi elevenia
William Antonius
Wednesday, 15 March 2017
Dibaca 640 kali | 0 Komentar

Then and Now

Mohon Maaf Lahir Batin

Mencari Bono Anggono

Obong Pasar

Hai Z...

Dear God...
From Kokiers to Z...

Setiap penulis memiliki rumah. Shakespeare juga pernah bilang, bahwa kehidupan moral mempunyai "a habitation and a name", bertempat tinggal dan bernama. Mamak Z memiliki rumah bersama para penulis dan pembacanya di rumah...




© 2014 - powered by digitalbuana