Uang dan Kesehatan Mental

Ken Ajoe

Wednesday, 24 June 2015

Pernahkan Anda merenungkan, apa alasan Anda bekerja mencari uang? Untuk meningkatkan status sosial, kekuasaan, meningkatkan kepercayaan diri, atau alasan lain, seperti membahagiakan keluarga, melakukan hal-hal yang kita sukai, atau bahkan sebagai kegiatan sosial? Alasan tersebut ternyata  amat penting dan lebih menentukan tingkat kesehatan mental Anda daripada uang yang dihasilkan itu sendiri.


Kesehatan Mental dan Kebahagiaan

Salah satu keadaan ketika seseorang dapat dikatakan mempunyai mental yang sehat adalah pada saat ia berada dalam keadaan jiwa yang tenang, tidak tertekan dan merasa puas dengan keadaan hidupnya pada saat ini. Sekarang ini, seseorang akan mudah sekali merasa bahagia karena ia merasa sudah mendapatkan apa yang ia inginkan di dunia ini. Apa yang lebih membahagiakan daripada merasa tujuan kita sudah tercapai? Karena  itu, ada ahli yang mengatakan, salah satu mencapai kebahagiaan adalah dengan berusaha memiliki mental yang sehat.

Uang dan Kesehatan Mental

Ingat lirik lagu "hatisenang walaupun tak punya uang"? Memang, uang bukan jaminan dalam mencapai kebahagiaan, tapi kenyataannya, bila kita sama sekali tidak mempunyai uang, akan sulit bagi kita untuk berada dalam keadaan sehat mental. Misalnya, tidak mungkin orang yang merasa lapar dan tidak mampu membeli makanan akan merasa puas dengan keadaannya pada saat itu.

Dengan uang, paling tidak, ada beberapa hal yang dapat kita beli agar kebutuhan dasar kita, makanan, pakaian, transportasi, dan tempat tinggal terpenuhi secara memadai.

Tapi, selain itu, berdasar-kan penelitian Edwin Locke, PhD. dan Kathryn Bartol, PhD. dari University of Mary¬land, Amerika Serikat, uang juga dapat membantu seseorang dalam meningkatkan kesehatan mentalnya.

Motif Positif dan Negatif

Edwin Locke dan Kathryn Bartol menemukan sepuluh motivasi orang mencari uang. Alasan-alasan tersebut adalah keamanan, keluarga, penghargaan masyarakat, gengsi, kesenangan, kebebasan, dorongan hati, kepentingan sosial, perbandingan sosial, dan rasa percaya diri.

Motif-motif itu oleh kedua ilmuwan tersebut digolongkan menjadi dua bagian, yaitu alasan positif dan alasan negatif. Alasan positif merupakan alasan mencari uang yang bisa membuat mental sehat. Motif-motif positif tersebut contohnya menghidupi keluarga atau bekerja demi kebaikan orang banyak. Orang-orang ini dilaporkan mempunyai kesehatan mental yang baik. Sebaliknya, motif-motif negatif berdampak pada kesehatan mental. Yang termasuk ke dalam kelompok ini contohnya gengsi, kekuasaan, atau untuk meningkatkan percaya diri.

Penelitian ini juga menunjukkan orang-orang yang pada dasarnya tidak percaya diri justru akan lebih banyak mengumpulkan uang bila mereka hanya mempunyai kemampuan yang sebenarnya biasa¬biasa saja.

Yang terpenting, menurut kedua ahli tadi, tingkatkanlah hubungan dengan teman- teman dan keluarga dan bekerjalah dengan perasaan gembira. Perluaslah jaringan pergaulan Anda. Dengan begitu, selain dapat uang, Anda juga menjadi sehat mental dan akhirnya kebahagiaan tak jauh dari diri Anda




LUSTRASI FOTO-FOTO DOK REDAKSI
MODERATOR - Penggagas KoKi : ZEVERINA
Pembaca "KOLOM KITA" (KoKi) entah di Bontang, Inggris, Bali, Belanda, New Jersey, Kuwait, Australia, atau di Kediri, silakan berbagi peristiwa seputar kehidupan sehari-hari. Kirimkan artikel dan foto melalui form "Kirim Artikel", jika mengalami kesulitan kirimkan melalui email: temennyazev@gmail.com ; kokizeverina@gmail.com


BERIKAN KOMENTAR ANDA






Lomba Blog: Cerita Hepi elevenia

William Antonius
Wednesday, 15 March 2017
Dibaca 640 kali | 0 Komentar

Hamparan Laut di Bawah Horizon Parai

Setiawan Liu - Jakarta
Wednesday, 15 March 2017
Dibaca 904 kali | 0 Komentar

Kawin Campur

Syu - Belanda
Wednesday, 08 March 2017
Dibaca 1987 kali | 0 Komentar

Menikmati Alam Musim Gugur

T.Moken-Michigan,USA
Tuesday, 22 November 2016
Dibaca 1108 kali | 0 Komentar

Glad All Over

Sirpa - Kalipornia - USA
Tuesday, 18 October 2016
Dibaca 1159 kali | 0 Komentar

Ke Taman Nasional Bako Serawak

Dewi Meong - Kuching - Malaysia
Tuesday, 27 September 2016
Dibaca 919 kali | 0 Komentar

Ke Bandung dengan Meong

Dewi Meong - Kuching - Jogja
Wednesday, 14 September 2016
Dibaca 1366 kali | 0 Komentar

Ada Colon Cancer Dalam Tubuhku

Sirpa - Kali Pornia - USA
Saturday, 10 September 2016
Dibaca 1966 kali | 0 Komentar

Kota Kuching

Dewi Meong - Kuching - Jogja
Wednesday, 07 September 2016
Dibaca 1283 kali | 0 Komentar

Ke Panti Pijat

T.Moken-Michigan, USA
Wednesday, 17 August 2016
Dibaca 2725 kali | 0 Komentar

Then and Now

Sirpa - Kalipornia - USA
Tuesday, 26 July 2016
Dibaca 1535 kali | 0 Komentar

Mohon Maaf Lahir Batin

Redaksi KoKi
Wednesday, 06 July 2016
Dibaca 1248 kali | 0 Komentar

Perayaan Asian American Pacific Islanders

Bono Anggono - Philadelphia - USA
Monday, 27 June 2016
Dibaca 1009 kali | 0 Komentar

Mencari Bono Anggono

Yunita Anggono
Monday, 27 June 2016
Dibaca 1205 kali | 0 Komentar
``


KOKINEWS

Glad All Over
Sirpa - Kalipornia - USA
Tuesday, 18 October 2016
Dibaca 1159 kali | 0 Komentar

Perayaan Asian American Pacific Islanders

Pengungsi

Brandi Chastain Sumbangkan Otaknya

Surat Terbuka Buat Ahok (1): Tahan Emosi

KOKISTORY

Ada Colon Cancer Dalam Tubuhku
Sirpa - Kali Pornia - USA
Saturday, 10 September 2016
Dibaca 1966 kali | 0 Komentar

Ilmu Yang Bermanfaat

Mahalnya Sebuah Ongkos Denda TILANG

Aku dan Kamu

Merindukan White Christmas

KOKIKOLOM

Pejabat Tionghoa
Setiawan Liu - Jakarta
Tuesday, 26 January 2016
Dibaca 2499 kali | 0 Komentar

Ayah

Gairah yang Hilang

Tepatkah Dia Untuk Anda?

Pentingkah Pembekuan Sperma?

KOKITOUR&FOOD

Hamparan Laut di Bawah Horizon Parai
Setiawan Liu - Jakarta
Wednesday, 15 March 2017
Dibaca 904 kali | 0 Komentar

Menikmati Alam Musim Gugur

Ke Taman Nasional Bako Serawak

Ke Bandung dengan Meong

Kota Kuching

KOKISIANA

Lomba Blog: Cerita Hepi elevenia
William Antonius
Wednesday, 15 March 2017
Dibaca 640 kali | 0 Komentar

Then and Now

Mohon Maaf Lahir Batin

Mencari Bono Anggono

Obong Pasar

Hai Z...

Dear God...
From Kokiers to Z...

Setiap penulis memiliki rumah. Shakespeare juga pernah bilang, bahwa kehidupan moral mempunyai "a habitation and a name", bertempat tinggal dan bernama. Mamak Z memiliki rumah bersama para penulis dan pembacanya di rumah...




© 2014 - powered by digitalbuana