Tema Nusantara Desainer Indonesia di Amerika Serikat

Essenza QB

Tuesday, 23 June 2015

Baru-baru ini desainer Indonesia, Dian Erakumalasari, untuk lini pakaian Oerip Batik mempertunjukkan karya busananya di ajang tahunan Asian Cultural Festival 2015 yang diselenggarakan oleh organisasi American Asian Heritage Council di Orlando, Florida.


Bekerja sama dengan dua warga Indonesia di Florida, Kusumo Putri Anglingkusumo dan Vey Miller, yang mengelola bisnis pakaian dan pernak-pernik tradisional Indonesia di bawah nama Kedaton, Dian menampilkan 26 busana untuk dewasa dan anak-anak rancangannya yang menggunakan beragam kain dari Sabang sampai Merauke dengan konsep Nusantara.

“Kalau saya lihat, antusiasme dari warga lokal itu sangat bagus sekali karena ragam corak batik dan tenun kita, (juga) songket sangat menarik (dan) berbeda dari negara lain,” papar Dian Erakumalasari kepada VOA belum lama ini.





Tidak hanya menggunakan beraneka ragam kain nusantara, rancangan Dian cukup unik di mana ia menggabungkan berbagai jenis kain tersebut menjadi satu dengan konsep tabrak warna dan tabrak corak.

“Nah, itu bikin berbeda. Jadi dilihat di visual juga aneh. Unik. Soalnya ada juga yang saya tabrakan dengan lurik dengan mungkin kain polka dot atau songket dengan sogan,” ungkap desainer yang mulai membangun bisnis Oerip Batik ini sekitar empat tahun yang lalu. “Dalam satu baju misalkan, nama bajunya Nimas. Nah, Nimas ini aku pakai ulos Medan dikombinasi Parang dari Solo,” lanjutnya.

Berbagai koleksi pakaian Oerip Batik yang dijual dengan harga sekitar 30 hingga 75 dolar AS (sekitar Rp 400.000 hingga Rp 1 juta) di acara tersebut telah menarik perhatian warga lokal AS juga warga Indonesia yang tinggal di Florida.



Walaupun baru pertama kali menggelar peragaan busana di luar negeri, koleksi Oerip Batik sudah dipasarkan ke beberapa negara, seperti AS, Belanda, dan Uni Emirat Arab. Untuk koleksi pakaian yang dipasarkan di luar negeri, Dian berusaha mengadaptasi desainnya dengan gaya pakaian di negara setempat. Sebagai contoh, baju koko dan sorban rancangannya yang ia buat dengan menggunakan kain batik dan tenun. “Ternyata sangat unik sekali ketika dipakai,” kata desainer kelahiran tahun 1981 ini.


Untuk bisa memasarkan koleksi pakaiannya ke luar negeri, Dian mengatakan kuncinya adalah networking. “Kita jalin relationship dengan mungkin teman kenalan di Facebook atau saudara. Nah, itu dibutuhkan dengan kerja keras, yakin, rajin dan pasti tekun,” tegas Dian.

Memang untuk saat ini Dian belum memiliki toko yang berdiri sendiri di Indonesia. Namun, koleksi Oerip Batik bisa dibeli di rumahnya juga melalui berbagai pameran dan di Internet.

Rencananya, Dian akan kembali lagi ke AS pada bulan November untuk memerkan koleksi terbaru dari Oerip Batik. “November ini sepertinya kita juga mau ke sini lagi, buat karya-karya lagi, karena memang saya suka banget dengan mix nusantara itu lagi,” tutupnya.




LUSTRASI FOTO-FOTO DOK REDAKSI
MODERATOR - Penggagas KoKi : ZEVERINA
Pembaca "KOLOM KITA" (KoKi) entah di Bontang, Inggris, Bali, Belanda, New Jersey, Kuwait, Australia, atau di Kediri, silakan berbagi peristiwa seputar kehidupan sehari-hari. Kirimkan artikel dan foto melalui form "Kirim Artikel", jika mengalami kesulitan kirimkan melalui email: temennyazev@gmail.com ; kokizeverina@gmail.com


BERIKAN KOMENTAR ANDA






Lomba Blog: Cerita Hepi elevenia

William Antonius
Wednesday, 15 March 2017
Dibaca 571 kali | 0 Komentar

Hamparan Laut di Bawah Horizon Parai

Setiawan Liu - Jakarta
Wednesday, 15 March 2017
Dibaca 821 kali | 0 Komentar

Kawin Campur

Syu - Belanda
Wednesday, 08 March 2017
Dibaca 1788 kali | 0 Komentar

Menikmati Alam Musim Gugur

T.Moken-Michigan,USA
Tuesday, 22 November 2016
Dibaca 1020 kali | 0 Komentar

Glad All Over

Sirpa - Kalipornia - USA
Tuesday, 18 October 2016
Dibaca 1079 kali | 0 Komentar

Ke Taman Nasional Bako Serawak

Dewi Meong - Kuching - Malaysia
Tuesday, 27 September 2016
Dibaca 856 kali | 0 Komentar

Ke Bandung dengan Meong

Dewi Meong - Kuching - Jogja
Wednesday, 14 September 2016
Dibaca 1284 kali | 0 Komentar

Ada Colon Cancer Dalam Tubuhku

Sirpa - Kali Pornia - USA
Saturday, 10 September 2016
Dibaca 1880 kali | 0 Komentar

Kota Kuching

Dewi Meong - Kuching - Jogja
Wednesday, 07 September 2016
Dibaca 1212 kali | 0 Komentar

Ke Panti Pijat

T.Moken-Michigan, USA
Wednesday, 17 August 2016
Dibaca 2618 kali | 0 Komentar

Then and Now

Sirpa - Kalipornia - USA
Tuesday, 26 July 2016
Dibaca 1466 kali | 0 Komentar

Mohon Maaf Lahir Batin

Redaksi KoKi
Wednesday, 06 July 2016
Dibaca 1185 kali | 0 Komentar

Perayaan Asian American Pacific Islanders

Bono Anggono - Philadelphia - USA
Monday, 27 June 2016
Dibaca 933 kali | 0 Komentar

Mencari Bono Anggono

Yunita Anggono
Monday, 27 June 2016
Dibaca 1135 kali | 0 Komentar
``


KOKINEWS

Glad All Over
Sirpa - Kalipornia - USA
Tuesday, 18 October 2016
Dibaca 1079 kali | 0 Komentar

Perayaan Asian American Pacific Islanders

Pengungsi

Brandi Chastain Sumbangkan Otaknya

Surat Terbuka Buat Ahok (1): Tahan Emosi

KOKISTORY

Ada Colon Cancer Dalam Tubuhku
Sirpa - Kali Pornia - USA
Saturday, 10 September 2016
Dibaca 1880 kali | 0 Komentar

Ilmu Yang Bermanfaat

Mahalnya Sebuah Ongkos Denda TILANG

Aku dan Kamu

Merindukan White Christmas

KOKIKOLOM

Pejabat Tionghoa
Setiawan Liu - Jakarta
Tuesday, 26 January 2016
Dibaca 2439 kali | 0 Komentar

Ayah

Gairah yang Hilang

Tepatkah Dia Untuk Anda?

Pentingkah Pembekuan Sperma?

KOKITOUR&FOOD

Hamparan Laut di Bawah Horizon Parai
Setiawan Liu - Jakarta
Wednesday, 15 March 2017
Dibaca 821 kali | 0 Komentar

Menikmati Alam Musim Gugur

Ke Taman Nasional Bako Serawak

Ke Bandung dengan Meong

Kota Kuching

KOKISIANA

Lomba Blog: Cerita Hepi elevenia
William Antonius
Wednesday, 15 March 2017
Dibaca 571 kali | 0 Komentar

Then and Now

Mohon Maaf Lahir Batin

Mencari Bono Anggono

Obong Pasar

Hai Z...

Dear God...
From Kokiers to Z...

Setiap penulis memiliki rumah. Shakespeare juga pernah bilang, bahwa kehidupan moral mempunyai "a habitation and a name", bertempat tinggal dan bernama. Mamak Z memiliki rumah bersama para penulis dan pembacanya di rumah...




© 2014 - powered by digitalbuana