Gowess Food Truck Los Angeles

Ramon

Tuesday, 23 June 2015

Hari menjelang petang. Kesibukan nampak di dapur sebuah food truck yang mangkal di Wilshire Boulevard, salah satu jalan utama di pusat kota Los Angeles, California.


Teguh Iman-Santoso mengatakan, “Dulunya saya suka ngegowes sama anak-anak sepeda, setiap weekend setelah ngegowes kita makan-makan, terus mereka ulang tahun saya bikin makanan, saya yang masak, lama-lama saya ada sedikit modal, saya buka truk makanan.”

Berangkat dari hobi naik sepeda dan kumpul-kumpul dengan teman-temannya itulah, Teguh Iman-Santoso dan Vicky, warga Indonesia yang bermukim di Los Angeles, mengelola bisnis food truck yang menawarkan menu makanan Indonesia.

Saat itu, berbekal modal awal sebesar 40 ribu dolar atau sekitar 500 juta rupiah untuk membuka bisnis dan menyewa truk, lahirlah “Gowess Food Truck.” Restoran berjalan yang dirintis Teguh bersama mitranya, Vicky. Food truck ini menyajikan makanan pinggir jalan Indonesia, seperti mie tek-tek, nasi goreng kambing dan sate ayam.

“Awalnya karena suka kongkow-kongkow, nongkrong gitu, makanya kita buka ide di jalanan, kayaknya belum ada nih di sini. Kita buka food truck, cuma makanannya yang Indonesia yang cepat saji dan fresh,” tambah Teguh.


Tak hanya makanan Indonesia, Teguh dan Vicky yang sebelumnya lama bekerja di restoran juga menyajikan makanan Meksiko. “Di sini kan, di Los Angeles ya, penduduk lokalnya banyak orang Meksiko. Jadi mereka sembari makan makanan Meksiko, kita juga sambil memperkenalkan Indonesia sendiri. Buat pancingan supaya mereka suka dengan masakan Indonesia,” tambahnya lagi.

Setiap malam dari jam 7, tempat ini pun ramai dikunjungi penikmat kuliner, terutama warga Indonesia.

Edward Nathaniel Tendean, salah seorang pelanggan “Gowess Food Truck” mengatakan makanan yang disajikan enak, dan ia lebih senang datang kefood truck ini daripada ke restoran yang menyajikan makanan Indonesia.


Dina Rismayanti, pelanggan yang lainnya mengatakan ia cukup sering makan di tempat itu. “Bisa dua hari sekali, kebetulan juga sekalian ngumpul sama teman yang jauh, jadi buat tempat ngumpul juga,” tambah Dina.

Lokasi prima membuat “Gowess Food Truck” mampu meraup penjualan sebesar 500 dolar atau enam setengah juta rupiah setiap malamnya.

Namun mengelola food truck bukan pekerjaan mudah. Selain harus menyajikan makanan yang otentik, mereka juga harus konsisten dalam menjaga kebersihan truk, yang diparkir di lokasi khusus usai beroperasi. “Kadang-kadang departemen kesehatan AS ngecek truk kita. Mereka punya kunci dan mereka berhak masuk ke dalam, jadi setiap malam kita berdua pasti bersihin,” kata Teguh.

Walau jam kerjanya panjang dan melelahkan, Teguh dan Vicky mengaku menikmati mengelola food truck, karena dapat bertemu dengan sesama warga Indonesia lainnya di rantau.




LUSTRASI FOTO-FOTO DOK REDAKSI
MODERATOR - Penggagas KoKi : ZEVERINA
Pembaca "KOLOM KITA" (KoKi) entah di Bontang, Inggris, Bali, Belanda, New Jersey, Kuwait, Australia, atau di Kediri, silakan berbagi peristiwa seputar kehidupan sehari-hari. Kirimkan artikel dan foto melalui form "Kirim Artikel", jika mengalami kesulitan kirimkan melalui email: temennyazev@gmail.com ; kokizeverina@gmail.com


BERIKAN KOMENTAR ANDA






Lomba Blog: Cerita Hepi elevenia

William Antonius
Wednesday, 15 March 2017
Dibaca 640 kali | 0 Komentar

Hamparan Laut di Bawah Horizon Parai

Setiawan Liu - Jakarta
Wednesday, 15 March 2017
Dibaca 904 kali | 0 Komentar

Kawin Campur

Syu - Belanda
Wednesday, 08 March 2017
Dibaca 1987 kali | 0 Komentar

Menikmati Alam Musim Gugur

T.Moken-Michigan,USA
Tuesday, 22 November 2016
Dibaca 1108 kali | 0 Komentar

Glad All Over

Sirpa - Kalipornia - USA
Tuesday, 18 October 2016
Dibaca 1159 kali | 0 Komentar

Ke Taman Nasional Bako Serawak

Dewi Meong - Kuching - Malaysia
Tuesday, 27 September 2016
Dibaca 919 kali | 0 Komentar

Ke Bandung dengan Meong

Dewi Meong - Kuching - Jogja
Wednesday, 14 September 2016
Dibaca 1366 kali | 0 Komentar

Ada Colon Cancer Dalam Tubuhku

Sirpa - Kali Pornia - USA
Saturday, 10 September 2016
Dibaca 1966 kali | 0 Komentar

Kota Kuching

Dewi Meong - Kuching - Jogja
Wednesday, 07 September 2016
Dibaca 1283 kali | 0 Komentar

Ke Panti Pijat

T.Moken-Michigan, USA
Wednesday, 17 August 2016
Dibaca 2725 kali | 0 Komentar

Then and Now

Sirpa - Kalipornia - USA
Tuesday, 26 July 2016
Dibaca 1535 kali | 0 Komentar

Mohon Maaf Lahir Batin

Redaksi KoKi
Wednesday, 06 July 2016
Dibaca 1248 kali | 0 Komentar

Perayaan Asian American Pacific Islanders

Bono Anggono - Philadelphia - USA
Monday, 27 June 2016
Dibaca 1009 kali | 0 Komentar

Mencari Bono Anggono

Yunita Anggono
Monday, 27 June 2016
Dibaca 1205 kali | 0 Komentar
``


KOKINEWS

Glad All Over
Sirpa - Kalipornia - USA
Tuesday, 18 October 2016
Dibaca 1159 kali | 0 Komentar

Perayaan Asian American Pacific Islanders

Pengungsi

Brandi Chastain Sumbangkan Otaknya

Surat Terbuka Buat Ahok (1): Tahan Emosi

KOKISTORY

Ada Colon Cancer Dalam Tubuhku
Sirpa - Kali Pornia - USA
Saturday, 10 September 2016
Dibaca 1966 kali | 0 Komentar

Ilmu Yang Bermanfaat

Mahalnya Sebuah Ongkos Denda TILANG

Aku dan Kamu

Merindukan White Christmas

KOKIKOLOM

Pejabat Tionghoa
Setiawan Liu - Jakarta
Tuesday, 26 January 2016
Dibaca 2499 kali | 0 Komentar

Ayah

Gairah yang Hilang

Tepatkah Dia Untuk Anda?

Pentingkah Pembekuan Sperma?

KOKITOUR&FOOD

Hamparan Laut di Bawah Horizon Parai
Setiawan Liu - Jakarta
Wednesday, 15 March 2017
Dibaca 904 kali | 0 Komentar

Menikmati Alam Musim Gugur

Ke Taman Nasional Bako Serawak

Ke Bandung dengan Meong

Kota Kuching

KOKISIANA

Lomba Blog: Cerita Hepi elevenia
William Antonius
Wednesday, 15 March 2017
Dibaca 640 kali | 0 Komentar

Then and Now

Mohon Maaf Lahir Batin

Mencari Bono Anggono

Obong Pasar

Hai Z...

Dear God...
From Kokiers to Z...

Setiap penulis memiliki rumah. Shakespeare juga pernah bilang, bahwa kehidupan moral mempunyai "a habitation and a name", bertempat tinggal dan bernama. Mamak Z memiliki rumah bersama para penulis dan pembacanya di rumah...




© 2014 - powered by digitalbuana