Kebiasaan Menunda Pekerjaan itu Gangguan Jiwa

Ken Ajoe

Wednesday, 27 May 2015

Apakah Anda termasuk orang yang selalu menunda pekerjaan sampai detik detik terakhir? Jika iya, Anda tidak sendirian, banyak orang yang memiliki pola kerja seperti itu. Sifat seperti itu dalam ilmu psikologi disebut sebagai prokrastinasi, yang diambil dari bahasa Inggris procrastination. Para procrastinator, baru akan mengerjakan tugas yang diberikan kepadanya, misalnya, hanya beberapa jam, bahkan menit, sebelum waktu deadline.

Tadinya, para penunda pekerjaan tersebut, dianggap lemah pengaturan waktunya. Mereka dianggap tidak bisa menentukan skala prioritas dengan benar. Malah, mereka dianggap pemalas. Tapi menurut Joseph Ferrari, Ph.D., professor psikologi dari DePaul University, Chicago, Amerika serikat, penelitian - penelitian terhadap sikap prokrastinasi menyimpulkan bahwa sifat menunda pekerjaan disebabkan oleh gangguan kejiawaan dan kepribadian.

Menggangu Kehidupan

Anda mungkin tidak termasuk penunda, jika hanya melakukannnya sekali sekali saja. Apalagi jika pekerjaaan yang Anda lakukan itu memang tidak menyenangkan . Tapi, bila Anda menunda hampir semua pekerjaan sampai saat terakhir, itu lain cerita. Kebiasaan tersebut, dalam jangka panjang bisa berdampak bagi kehidupan karir atau dalam bidang bidang lain. Misalnya, menulis surat lamaran kerja pada hari terakhir batas penerimaan lamaran, tentu akan mempengaruhi kualitas suratnya, dan bisa menyebabkannya tidak dipanggil. Penenelitian membuktikan hal tersebut, dimana mahasiswa yang menunda tugasnya biasanya mendapat ranking terendah di kelas. Sebuah penelitian lain bahkan menemukan sebagian besar penunda merasa hidupnya tak bahagia. Lalu, kenapa mereka tetap menunda pekerjaan?

Takut Dinilai

Ferrai mengatakan, para penunda biasanya meragukan kemampuannya dan sangat khawatir dinilai orang lain. “Jadi logika mereka adalah; kalau saya tidak menyelesaikan pekerjaan saya, orang lain tak mungkin menilai kemampuan saya,” kata Ferrari. Menunda pekerjaan juga memungkinkan seorang penunda menemukan dalih jika pekerjaannya tak optimal. “Mereka sangat takut diragukan kemampuannya, sehingga memilih menyalahkan hal lain seperti waktu yang tak cukup atau terburu buru mengerjakannya ketika hasil kerjanya tak optimal,” tambah Ferrari.

Lebih parah lagi penunda cenderung “merusak” kemampuan mereka untuk menjamin “alibi” ketika hasil kerjanya tak optimal. Dalam satu penelitian, 60 % responden memilih bermain permainan video dibanding belajar untuk ujian matematika yang sulit keesokan harinya.

Orangtua Otoriter

Beberapa psikolog, berpendapat pola pikir seperti itu disebabkan oleh pola pengasuhan anak. Berdasarkan penelitiannnya, Ferrari menyimpulkan sebagian besar penunda memiliki orang tua otoriter. Ia berpendapat, sikap para penunda kronis merupakan pemberontakan terhadap tuntutan ayah. Sementara para ahli lain berpendapat, orang tua yang selalu menentukan apa, kapan dan bagaimana anaknya mengerjakan sesuatu membuat sang anak gagal membentuk inisiatif dan kemampuan membuat perencanaan. Lalu, kalau Anda merasa sebagai penunda, apa yang bisa Anda perbuat? Ferrari menyarankan mencari bantuan profesional, seperti psikolog untuk membantu Anda.




LUSTRASI FOTO-FOTO DOK REDAKSI
MODERATOR - Penggagas KoKi : ZEVERINA
Pembaca "KOLOM KITA" (KoKi) entah di Bontang, Inggris, Bali, Belanda, New Jersey, Kuwait, Australia, atau di Kediri, silakan berbagi peristiwa seputar kehidupan sehari-hari. Kirimkan artikel dan foto melalui form "Kirim Artikel", jika mengalami kesulitan kirimkan melalui email: temennyazev@gmail.com ; kokizeverina@gmail.com


BERIKAN KOMENTAR ANDA






Lomba Blog: Cerita Hepi elevenia

William Antonius
Wednesday, 15 March 2017
Dibaca 640 kali | 0 Komentar

Hamparan Laut di Bawah Horizon Parai

Setiawan Liu - Jakarta
Wednesday, 15 March 2017
Dibaca 904 kali | 0 Komentar

Kawin Campur

Syu - Belanda
Wednesday, 08 March 2017
Dibaca 1987 kali | 0 Komentar

Menikmati Alam Musim Gugur

T.Moken-Michigan,USA
Tuesday, 22 November 2016
Dibaca 1108 kali | 0 Komentar

Glad All Over

Sirpa - Kalipornia - USA
Tuesday, 18 October 2016
Dibaca 1159 kali | 0 Komentar

Ke Taman Nasional Bako Serawak

Dewi Meong - Kuching - Malaysia
Tuesday, 27 September 2016
Dibaca 919 kali | 0 Komentar

Ke Bandung dengan Meong

Dewi Meong - Kuching - Jogja
Wednesday, 14 September 2016
Dibaca 1366 kali | 0 Komentar

Ada Colon Cancer Dalam Tubuhku

Sirpa - Kali Pornia - USA
Saturday, 10 September 2016
Dibaca 1966 kali | 0 Komentar

Kota Kuching

Dewi Meong - Kuching - Jogja
Wednesday, 07 September 2016
Dibaca 1283 kali | 0 Komentar

Ke Panti Pijat

T.Moken-Michigan, USA
Wednesday, 17 August 2016
Dibaca 2725 kali | 0 Komentar

Then and Now

Sirpa - Kalipornia - USA
Tuesday, 26 July 2016
Dibaca 1535 kali | 0 Komentar

Mohon Maaf Lahir Batin

Redaksi KoKi
Wednesday, 06 July 2016
Dibaca 1248 kali | 0 Komentar

Perayaan Asian American Pacific Islanders

Bono Anggono - Philadelphia - USA
Monday, 27 June 2016
Dibaca 1009 kali | 0 Komentar

Mencari Bono Anggono

Yunita Anggono
Monday, 27 June 2016
Dibaca 1205 kali | 0 Komentar
``


KOKINEWS

Glad All Over
Sirpa - Kalipornia - USA
Tuesday, 18 October 2016
Dibaca 1159 kali | 0 Komentar

Perayaan Asian American Pacific Islanders

Pengungsi

Brandi Chastain Sumbangkan Otaknya

Surat Terbuka Buat Ahok (1): Tahan Emosi

KOKISTORY

Ada Colon Cancer Dalam Tubuhku
Sirpa - Kali Pornia - USA
Saturday, 10 September 2016
Dibaca 1966 kali | 0 Komentar

Ilmu Yang Bermanfaat

Mahalnya Sebuah Ongkos Denda TILANG

Aku dan Kamu

Merindukan White Christmas

KOKIKOLOM

Pejabat Tionghoa
Setiawan Liu - Jakarta
Tuesday, 26 January 2016
Dibaca 2499 kali | 0 Komentar

Ayah

Gairah yang Hilang

Tepatkah Dia Untuk Anda?

Pentingkah Pembekuan Sperma?

KOKITOUR&FOOD

Hamparan Laut di Bawah Horizon Parai
Setiawan Liu - Jakarta
Wednesday, 15 March 2017
Dibaca 904 kali | 0 Komentar

Menikmati Alam Musim Gugur

Ke Taman Nasional Bako Serawak

Ke Bandung dengan Meong

Kota Kuching

KOKISIANA

Lomba Blog: Cerita Hepi elevenia
William Antonius
Wednesday, 15 March 2017
Dibaca 640 kali | 0 Komentar

Then and Now

Mohon Maaf Lahir Batin

Mencari Bono Anggono

Obong Pasar

Hai Z...

Dear God...
From Kokiers to Z...

Setiap penulis memiliki rumah. Shakespeare juga pernah bilang, bahwa kehidupan moral mempunyai "a habitation and a name", bertempat tinggal dan bernama. Mamak Z memiliki rumah bersama para penulis dan pembacanya di rumah...




© 2014 - powered by digitalbuana