Mengungkap Misteri Hujan Darah

Reef - Australia

Thursday, 27 January 2011

 

Dear Dad/Team redaksi dan KoKiers di manapun Anda berada, salam damai dari Oz

Ilustrasi:

Langit kota Kerala bagian tenggara India siang itu tiba-tiba gelap, tanda hujan akan segera turun. Mendung makin rata menutupi langit yang sudah nampak muram. Ketika awan gelap makin pekat menyelimuti alam, pekikan petir pun mulai menyambar-nyambar dan dalam waktu singkat hujan turun dengan lebatnya. Namun betapa terkejutnya masyarakat setempat saat menyadari bahwa titik-titik air hujan kali ini bukan berwarna bening khas air hujan. Titik-titik air yang bagai tumpah dari langit tersebut berwarna merah segar, mirip darah! Sungguh mengerikan!

Belum hilang keterkejutan warga, tiba-tiba langit yang semula berwarna hitam pun perlahan-lahan berubah warna menjadi merah darah, menyala terang! Masyarakat mulai panik. Perasaan ngeri dan takut mulai mencekam. Sementara itu, hujan darah makin lebat. It was as dark as blood.............. Mungkinkah kiamat segera datang?

 

Dear KoKiers,

Fenomena aneh dan misterius rasanya makin lama makin sering terjadi dewasa ini. Bebagai fenomena muncul, dari yang nampak biasa saja sampai pada fenomena yang mengerikan dan misterius yang sulit diterima akal sehat. Fenomena aneh ini terjadi di mana saja.

Ada fenomena yang bisa diterangkan secara ilmiah, namun banyak pula fenomena aneh yang sulit terpecahkan. Fenomena berselimut misteri yang meninggalkan pertanyaan besar di kepala setiap insan, termasuk yang terjadi di Indonesia baru-baru ini, fenomena crop circle. Crop circle yang terjadi di Sleman, Jogjakarta, masih menghiasi media cetak maupun on line, nasional dan internasional.

Banyak orang masih terpana, gumun dan berbagai teori mendadak bermunculan. Di Indonesia, masyarakat awam cenderung berpendapat bahwa fenomena alam yang misterius sering dihubungkan dengan adanya keberadaan \'dunia lain\'. Semua ini akibat ulah makhluk ghaib! Kali ini yang dituding adalah campur tangan makhluk luar angkasa atau UFO.

Walau keberadaan UFO masih menjadi kontroversi dan debat internasional, tidak urung kehadiran UFO makin populer. Sehingga setiap ada kejadian alam aneh, UFO atau alien sering dituding sebagai biang kerok. Keberadaan mereka yang selalu menimbulkan pertanyaan besar di kepala, karena dipercaya para makhluk ini hampir selalu bisa dikatakan meninggalkan jejak. Entah di bumi maupun di langit. Hal ini makin diperkuat dengan banyaknya orang yang mengaku pernah menyaksikan UFO.

Fenomena crop circle yang ramai di Indonesia saat ini memang bukan satu-satunya crop circle yang pernah ditemukan. Kejadian serupa pernah ditemukan di daratan Inggris.

Apakah fenomena ini hasil kreativitas anak manusia atau ulah UFO, belum bisa dibuktikan secara jelas. Walau saat ini sudah ada pihak yang mengaku sebagai biang keladi kehebohan di Indonesia.

Dear KoKiers,

Di akhir zaman, konon dipercaya akan ditemui banyak sekali fenomena aneh dan misterius sebagai tanda kebesaran Tuhan Yang Maha Kuasa. Ini untuk memberi peringatan kepada umat manusia supaya berpikir dan lebih bertakwa.

Salah satu fenomena yang membuat bulu kuduk merinding dan meninggalkan pertanyaan besar di kepala adalah fenomena misterius hujan darah yang terjadi di India beberapa tahun lalu, khususnya di daerah Kerala. India bagian tenggara.

Pada 25 Juli, hujan dengan warna air merah pekat mirip darah telah terjadi di negara bagian Kerala. Warna merah darah tersebut mengakibatkan kota Kerala merah bak banjir darah. Apa pun yang terkena air hujan darah mendadak berwarna merah, termasuk pakaian yang dijemur berubah warna semerah darah. Selanjutnya dari tanggal tersebut, hujan darah sangat lebat rutin mengguyur Kerala dan baru berhenti pada bulan September 2001.

Berbagai kesaksian diutarakan masyarakat sebelum terjadi hujan darah yang menggemparkan ini. Menurut pengakuan penduduk lokal, sebelum hujan darah terjadi, mereka mendengar suara gemuruh yang keras diikuti kilat yang menyambar-nyambar layaknya musim monsoon. Masyarakat setempat tentu tidak curiga akan terjadi fenomena unik di daerah mereka.

Begitu hujan darah yang terjadi, tidak aneh jika masyarakat nampak panik dan mulai menghubung-hubungkan peristiwa ini dengan tahayul. Menurut penelitian, sebelum terjadi hujan darah di Kerala, daerah ini pernah mengalami hujan kuning, hujan hijau, dan hujan hitam. Hujan lebat berwarna merah darah ini semula sangat lebat namun setelah sepuluh hari, hujan kian mereda. Hujan tersebut turun hanya pada wilayah yang terbatas dan biasanya hanya berlangsung sekitar 20 menit.

Hujan darah yang terjadi di Kerala bukan satu-satunya fenomena hujan yang aneh. Masih banyak hujan-hujan misterius lainnya yang terjadi di belahan bumi ini. Sebut saja hujan katak yang terjadi di Australia dan Jepang, hujan kepiting. Atau yang masih segar, baru-baru ini terjadi hujan mayat burung di Arkansas, Amerika Serikat. Ada pula hujan ikan, hujan burung di Italia, dan matinya ratusan ekor sapi secara misterius di Lousiana negara bagian AS.

Para ilmuwan mencoba menjelaskan secara ilmiah dengan dalil-dalil yang menyakinkan. Peristiwa-peristiwa aneh tersebut sebagai sebuah fenomena alam yang \'biasa\' saja dan tidak ada hubungannya dengan kehadiran makhluk lain.

Meskipun demikian, masyarakat tidak percaya karena sudah terlanjur teropini bahwa penyebab kemisteriusan tersebut akibat ulah makhluk luar angkasa yang sedang \'jalan-jalan\' di bumi. Fenomena-fenomena aneh tersebut, terjadi bukan hanya kali ini dan sudah tercatat sebagai bagian dari sejarah kehidupan manusia.

Faktor Di Luar Bumi
Mengenai hujan darah di Kerala, diketahui bahwa daerah Kerala adalah daerah unik. Selain pernah terjadi hujan kuning, hijau, dan hitam, hujan darah pun pernah menimpa Kerala pada masa lalu. Gejala aneh ini konon bermula semenjak tahun 1896 dan kemudian terjadi berulang-ulang secara terus-menerus. Ketika terjadi hujan darah di tahun 2001, muncul sebuah hipotesa. Kemungkinan besar, air hujan warna merah berasal dari serpihan meteor yang meledak, yang debunya berhamburan di angkasa dan terbawa air hujan. Namun study lanjutan menyebutkan hujan berwarna darah berasal dari spora prolific terrestrial algae.

 

Di tahun 2006, hujan darah menjadi perhatian media dan menimbulkan kontroversi karena adanya hipotesa bahwa warna merah disebabkan oleh partikel sel mahkluk luar angkasa. Banyak ilmuwan yang tergugah untuk meneliti lebih lanjut sebab musabab warna darah dan untuk semakin menyakinkan benar tidaknya adanya \'kehadiran\' dunia lain yang campur tangan untuk menciptakan huru hara hujan darah. Partikel sel dari air hujan tersebut diteliti dan dari hasil penelitian diketahui kemudian bahwa memang sel darah yang terkandung di air hujan darah bukan merupakan sel dari bumi. Jadi...????

Selanjutnya, sebagai tindak lanjutan, contoh sampel air hujan tersebut segera dibawa untuk diteliti oleh pemerintah India. Salah satu ilmuwan independen yang menelitinya adalah Godfrey Louis dan Santosh Kumara dari Universitas Mahatma Gandhi. Mereka mengumpulkan lebih dari 120 laporan dari penduduk setempat dan mengumpulkan sampel air hujan merah dari wilayah sepanjang 100 km.

Pertama kali, mereka mengira partikel merah di dalam air adalah partikel pasir yang terbawa dari gurun Arab. Hal ini pernah terjadi pada Juli 1968 dimana pasir dari gurun sahara terbawa angin hingga menyebabkan hujan merah di Inggris. Namun mereka menemukan bahwa unsur merah di dalam air tersebut bukanlah butiran pasir, melainkan sel-sel yang hidup. Sungguh temuan yang mengherankan sekaligus menyeramkan. Spekulasi tentang kehadiran makhluk lainpun makin berkembang.

Setelah diteliti lebih lanjut, komposisi sel tersebut terdiri dari 50% Karbon, 45% Oksigen, dan 5% unsur lain seperti besi dan sodium, konsisten dengan komponen sel biologi lainnya, dan sel itu juga membelah diri. Sel itu memiliki diameter antara 3-10 mikrometer dengan dinding sel yang tebal dan memiliki variasi nanostruktur di dalam membrannya. Namun, tidak ada nukleus yang dapat diidentifikasi. Setiap meter kubik sampel yang diambil, terdapat 100 gram unsur merah. Jadi, apabila dijumlah, maka dari Juli hingga September terdapat 50 ton partikel merah yang tercurah ke Bumi.

Sementara itu, di Universitas Sheffield, Inggris, seorang ahli mikrobiologis bernama Milton Wainwright mengonfirmasikan kebenaran unsur merah tersebut adalah sel hidup. Artinya, sel ini berpotensi berasal dari makhluk hidup. Hal ini didapatkan setelah Wainwright berhasil menemukan adanya DNA dari unsur sel tersebut walaupun ia belum berhasil mengekstraknya.

Partikel darah yang mengandung sel hidup yang terdapat di air hujan membuahkan teori bahwasanya telah terjadi ledakan meteor. Ledakan meteor yang keras tersebut membunuh ribuan kelelawar di udara. Jadi, darah yang terkandung di air hujan bisa jadi merupakan campuran air hujan dengan darah kelelawar. Namun teori ini ditolak karena tidak adanya bukti-bukti yang mendukung seperti sayap atau anggota tubuh kelelawar lain yang jatuh ke bumi. Penemuan inipun semakin membuat para imuwan penasaran untuk memecahkan misteri hujan darah di Kerala.

Dengan menghubungkan antara suara ledakan dan cahaya yang mendahului hujan tersebut, Louis mengemukakan teori bahwa sel-sel merah tersebut adalah makhluk ekstra terestrial. Louis menyimpulkan materi merah tersebut datang dari sebuah komet yang memasuki atmosfer bumi dan meledak di atas langit India.

Sebuah studi yang dilakukan oleh mahasiswa doktoral dari Universitas Queen, Irlandia, bernama Patrick McCafferty menemukan catatan sejarah yang menghubungkan hujan berwarna dengan ledakan meteor yang juga terjadi di waktu lampau. Pada jaman Romawi kuno, di Irlandia di abad pertengahan, maupun hujan darah yang terjadi di California di abad ke-19. Selanjutnya, McCafferty mengatakan kemungkinan ada hubungan yang kuat antara laporan hujan berwarna dengan aktivitas meteor. Hujan merah Kerala cocok dengan pola-pola tersebut dan tidak dapat diabaikan begitu saja.

Jadi, apakah hujan merah di Kerala berasal dari luar bumi? Sebagian ilmuwan yang skeptis serta merta menolak teori ini. Namun, sebagian ilmuwan lain yang belum menemukan jawabannya segera melirik kembali ke sebuah teori usang yang diajukan oleh ahli fisika Sir Fred Hoyle dan Dr Chandra Wickramasinghe. Teori mereka yang disebut Panspermia menyatakan kehidupan di bumi berasal dari luar angkasa. Menurut kedua ilmuwan tersebut, pada mulanya di luar angkasa terdapat awan gas antar bintang yang mengandung bakteri. Ketika awan itu mengerut karena gravitasi untuk membentuk sistem bintang, bakteri yang ada di dalamnya tetap bertahan hidup di dalam komet.

Lepas dari penjelasan secara ilmiah, fenomena alam yang aneh tentu tidak lepas dari kuasa Tuhan. Dalam kitab suci disebutkan selain menciptakan alam semesta dan manusia, Tuhan juga menciptakan mahkluk ghaib. Baik manusia dan makhluk ghaib diciptakan untuk beribadah dan menyembahnya.

Alam ghaib memang ada dan kita wajib mempercayainya. Adapun campur tangan makhluk ghaib dalam kehidupan manusia memang mungkin terjadi atas izin Tuhan. Interaksi makhluk ghaib dan manusia yang lazim terjadi adalah antara jin dan manusia.

Banyak yang menyakini UFO merupakan penampakan bangsa jin. Ada kalanya, jin memang melakukan penampakan dengan berbagai wujud. Benar atau tidaknya asumsi ini, walahu a\'lam. Seperti yang disebut di beberapa ayat dalam kitab suci, selain menciptakan makhluk yang ada di bumi, Dia juga menciptakan makhluk yang hidup di luar bumi maupun yang hidup di antara keduanya. Baik yang terbang sampai yang melata.

Menyermati fenomena alam yang aneh, yang terjadi di bumi akan membuat kita lebih bijak membaca tanda-tanda kebesaran Tuhan. Semua itu, hendaknya membuat manusia untuk lebih bertakwa. Bukan begitu?

Postscript

"So you heard about this blood rain?" tanyaku kepada Ghur, rekan kerjaku yang berasal dari India saat kami sedang lunch break.

"Yes, but how do you know about this news?" tanyanya penasaran.

"He,y did I miss something, you said blood rain...?" ujug-ujug Devi yang duduk di samping Ghur, menyela.

"Yes blood rain.....the story like this...............," ..... Dan aku mulai menjelaskan secara singkat kepada Devi. Sementara itu, Ghur yang duduk di depanku hanya manggut-manggut sambil sesekali menimpali di sela-sela mulutnya yang asyik menikmati capati dan curry.

 

Salam manis
Reef Australia

 

Sumber referensi

http://en.wikipedia.org/wiki/Red_rain_in_Kerala
http://www.koleksiweb.com/iptek/misteri-hujan-berwarna-merah-di-india.html




LUSTRASI FOTO-FOTO DOK REDAKSI
MODERATOR - Penggagas KoKi : ZEVERINA
Pembaca "KOLOM KITA" (KoKi) entah di Bontang, Inggris, Bali, Belanda, New Jersey, Kuwait, Australia, atau di Kediri, silakan berbagi peristiwa seputar kehidupan sehari-hari. Kirimkan artikel dan foto melalui form "Kirim Artikel", jika mengalami kesulitan kirimkan melalui email: temennyazev@gmail.com ; kokizeverina@gmail.com


BERIKAN KOMENTAR ANDA






Lomba Blog: Cerita Hepi elevenia

William Antonius
Wednesday, 15 March 2017
Dibaca 448 kali | 0 Komentar

Hamparan Laut di Bawah Horizon Parai

Setiawan Liu - Jakarta
Wednesday, 15 March 2017
Dibaca 658 kali | 0 Komentar

Kawin Campur

Syu - Belanda
Wednesday, 08 March 2017
Dibaca 1374 kali | 0 Komentar

Menikmati Alam Musim Gugur

T.Moken-Michigan,USA
Tuesday, 22 November 2016
Dibaca 884 kali | 0 Komentar

Glad All Over

Sirpa - Kalipornia - USA
Tuesday, 18 October 2016
Dibaca 975 kali | 0 Komentar

Ke Taman Nasional Bako Serawak

Dewi Meong - Kuching - Malaysia
Tuesday, 27 September 2016
Dibaca 761 kali | 0 Komentar

Ke Bandung dengan Meong

Dewi Meong - Kuching - Jogja
Wednesday, 14 September 2016
Dibaca 1148 kali | 0 Komentar

Ada Colon Cancer Dalam Tubuhku

Sirpa - Kali Pornia - USA
Saturday, 10 September 2016
Dibaca 1751 kali | 0 Komentar

Kota Kuching

Dewi Meong - Kuching - Jogja
Wednesday, 07 September 2016
Dibaca 1087 kali | 0 Komentar

Ke Panti Pijat

T.Moken-Michigan, USA
Wednesday, 17 August 2016
Dibaca 2451 kali | 0 Komentar

Then and Now

Sirpa - Kalipornia - USA
Tuesday, 26 July 2016
Dibaca 1339 kali | 0 Komentar

Mohon Maaf Lahir Batin

Redaksi KoKi
Wednesday, 06 July 2016
Dibaca 1095 kali | 0 Komentar

Perayaan Asian American Pacific Islanders

Bono Anggono - Philadelphia - USA
Monday, 27 June 2016
Dibaca 841 kali | 0 Komentar

Mencari Bono Anggono

Yunita Anggono
Monday, 27 June 2016
Dibaca 1023 kali | 0 Komentar
``


KOKISTORY

Ada Colon Cancer Dalam Tubuhku
Sirpa - Kali Pornia - USA
Saturday, 10 September 2016
Dibaca 1751 kali | 0 Komentar

Ilmu Yang Bermanfaat

Mahalnya Sebuah Ongkos Denda TILANG

Aku dan Kamu

Merindukan White Christmas

KOKIKOLOM

Pejabat Tionghoa
Setiawan Liu - Jakarta
Tuesday, 26 January 2016
Dibaca 2339 kali | 0 Komentar

Ayah

Gairah yang Hilang

Tepatkah Dia Untuk Anda?

Pentingkah Pembekuan Sperma?

KOKITOUR&FOOD

Hamparan Laut di Bawah Horizon Parai
Setiawan Liu - Jakarta
Wednesday, 15 March 2017
Dibaca 658 kali | 0 Komentar

Menikmati Alam Musim Gugur

Ke Taman Nasional Bako Serawak

Ke Bandung dengan Meong

Kota Kuching

KOKISIANA

Lomba Blog: Cerita Hepi elevenia
William Antonius
Wednesday, 15 March 2017
Dibaca 448 kali | 0 Komentar

Then and Now

Mohon Maaf Lahir Batin

Mencari Bono Anggono

Obong Pasar

Hai Z...

Dear God...
From Kokiers to Z...

Setiap penulis memiliki rumah. Shakespeare juga pernah bilang, bahwa kehidupan moral mempunyai "a habitation and a name", bertempat tinggal dan bernama. Mamak Z memiliki rumah bersama para penulis dan pembacanya di rumah...




© 2014 - powered by digitalbuana