Malam Pertama yang Kedua ...

Alexa - Jakarta

Wednesday, 03 June 2009



*) Cerita ini merupakan kelanjutan dari kisahku dalam : 

Rencana pernikahan dan dengan sendirinya bulan madu sedikit mundur dari yang semula maunya sebelum suamiku berangkat ke LN akhirnya jadi setelah suamiku balik dari LN. Ini tak lain disebabkan adanya intervensi dari Pak Monas yang sebenarnya sudah kutuangkan dalam sebuah tulisan dengan judul : 
 
(“Monas tak kan Tunduk” takutnya jadi menyinggung SARA secara Monas khan asset negara. – jadi tidak akan ku upload ke Koki lagipula banyak berisi aktifitas investasi dan perbankan..sama sekali tidak menarik …gak ada unsur semriwingnya : so aku simpan di file pribadi aja lagipula gak ngganggu jalannya cerita juga ).
 
Begitu kekasihku yang juga bapaknya anak-anakku balik Jakarta Sabtu itu, Minggunya kami menikah. Sederhana saja karena ini merupakan pernikahan kedua kami dengan orang yang sama, namun juga khidmat dan sedikit unik…..lucu juga anak-anak dengan mata bulat polosnya menyaksikan pernikahan orangtuanya; serta menyematkan cincin pernikahan ke jari manis kami.
 
Selama masa-masa proses menuju pernikahan kami telah berkomitmen “no sex before marriage” dan ternyata setelah menikah selama di Jakarta tidak ada kesempatan untuk “belah duren” atau “malam pertama yang kedua” or whatever. Anak-anak yang kayaknya dahaga berkumpul dengan orangtua lengkapnya, tiap malam ikut nimbrung tidur bareng.
 
Akhirnya Selasa kami berangkat ke Bali untuk bulan madu. Sebenarnya dua hari pertama merupakan jadwal kerja suamiku dengan partner-partner bisnis perusahan tempatnya bekerja. Jadwalnya padat – dari pagi sampai malam.  Tadinya aku mengusulkan supaya hari ketiga aja setelah urusannya beres aku menyusul, dengan tegas suamiku menolak usulan itu…
 
”Enggak bisa, pokoknya aku mau jalan ke Bali dari hari pertama sudah bawa rantang atau kambing sendiri.. …”

Aku ngakak..” Jadi kamu anggap aku rantang atau embek ya…. rantang tuh diameternya gede banget, gak mungkin miss V ku segede itu…..kalo embek..wuih baunya itu prengus banget. Tega banget ya kamu…”.

Dengan serius dia menatapku sambil berkata…”Nyonya kamu memang rantangku en kambingku tersayang, kalo ms V kamu jadi berdiameter segede rantang atau kalau kamu bau prengus kayak embek; aku tetap cinta kok sama kamu.” Wuih lelaki itu mulai menebarkan rayuannya.
 
(Buat yang belum tahu arti istilah yang bertaburan:

rantang : gara-garanya kalau ada pria yang tugas ke luar kota terus ngajak isterinya, suka  dibilangin bawa rantang sendiri…. pria yang suka “jajan” biasanya suka mengatakan lebih baik beli satenya daripada melihara  kambingnya…)

Hari masih pagi ketika kami tiba di Bali, sampai di hotel aku langsung bongkar-bongkar koper; suamiku langsung turun ke lobby hotel menemui rekanan bisnisnya yang sudah menunggu. Jam 12an siang temanku Emmy yang jadi branch manager Denpasar di bank tempatku  bekerja datang menjemput;. hari pertama aku habiskan untuk ngobrol-ngobrol dengan Emmy… jalan-jalan menyusuri Kuta dan Legian. Sepanjang hari suamiku selalu mengontak baik lewat SMS maupun bicara melalui telpon. Aku pulang dah larut malam, suami belum pulang. Keesokan harinya suamiku meeting lagi, sebelum berangkat… dia menanyakan rencanaku hari ini. Aku bilang mau di hotel saja, rencananya mau nulis-nulis dan browsing internet. Oke dia berangkat lagi dan aku ternyata jadi jemu banget. Jadi akhirnya aku berenang dan siangnya  menikmati fasilitas spa.
 
Jam 5 an sore aku kembali ke kamar hotel; suami sudah di dalam dengan tampang gusar. “Hon, kenapa HP gak diangkat-angkat, SMS gak dibales. Kemana aja sih..?”.

Aku memeriksa tas, hm HP mati pasti low-batt lupa dicharge, cuman bisa cengir-cengir aja. “Kamu tau enggak mitingku selesai jam 4 sore tadi buru-buru ke hotel cari kamu, kamunya gak ada ….”.katanya gusar.
 
Aku maju menghampirinya tangan kiriku menggenggam tangannya dan tangan kananku memegang pipinya…”Trus setelah isteri kamu ada dihadapanmu kok malah dimarahin.” Mukanya yang tadinya tegang langsung berubah … diapun maju dan memelukku…

“Aku kangen banget. Aku khawatir kalau-kalau kamu balik ke Jakarta saking bosannya aku tinggal-tinggal, kamu kan suka nekad gitu.”
 
Kami kemudian saling berpelukan erat dan kemudian memandang satu sama lain, gak lama akhirnya kami berciuman… bibir kami seperti kelaparan saling mencium. Bibirnya mulai menjelajah bagian-bagian mukaku,telinga dan leher: rasanya tiap senti mukaku ditelusuri sambil memanggil-manggil namaku. Dalam pernikahan kami yang sepuluh tahun sebelumnya, belum pernah dia menciumiku sambil memanggil-manggil namaku seperti ini jadi saat ini rada aneh mendengarnya. Aku melonggarkan pelukan dan berusaha menghentikan ciumannya…”Yang, kenapa kamu panggil-panggil aku kayak gitu.”
 
OMG aku melihat matanya ternyata berkaca-kaca..”Rasanya seperti mimpi bisa bersatu lagi denganmu.. apa kamu keberatan aku sebut-sebut namamu seperti itu..”. Tentu saja aku tidak keberatan …”Lakukanlah yang ingin kau lakukan, hon.”

 

 


 
Sambil berciuman dia membuka bajuku satu –persatu; dia melarangku melakukan hal yang sama, dan akhirnya akupun tanpa selembar benangpun. Dia yang masih berpakaian lengkap memandangiku dalam-dalam kemudian mengangkat serta merebahkan diriku di ranjang ( waktu itu sempet juga mikir…untung tadi spa ). Kembali dia menatap seluruh tubuhku seolah-olah ingin mengabadikan pemandangan di depannya, tapi kali ini sambil tangannya sibuk membuka bajunya. Tak lama dia sudah berbaring miring di sebelahku, sebelah tangannya digunakan untuk bertumpu, sementara tangannya yang bebas mulai bermain-main di atas tubuhku. Tidak lama karena akhirnya dia sibuk mencumbui seluruh bagian  tubuhku, dari ujung kaki trus menelusuri ke atas hingga ke ujung kepala, dari depan trus … ke bagian belakang  tak ada yang luput dari cumbuannya. Walaupun aku sangat menikmatinya tapi aku sedikit merasa aneh sebab lagi-lagi dia melarang aku berperan aktif….gak bisa berpikir dan menganalisa lama-lama - ya ampun “serangannya” bikin aku  menggeliat, mengerang, merintih-rintih…sesekali tanganku mencengkeram seprei terkadang aku dengan terpaksa mencakar-cakar punggungnya; menikmati sensasi yang diberikan.
 
Satu jam berlalu, sepertinya dia belum puas juga membolak-balik diriku… sehingga akhirnya aku terpaksa menangis memohonnya untuk menyelesaikan permainan. Gak nyangka dia malah minta supaya aku memohon-mohon lagi….barulah dia kemudian menyelesaikan permainan kami.
 
Kami terbaring lemas bersebelahan, tangannya menggenggam tanganku …sambil tersenyum sayang dia bertanya…”Gimana hon, puas enggak yang tadi?”. Aku cuman bisa senyum dan mengangguk-angguk aja..tapi jadi kaget waktu mendengar kelanjutan ucapannya…”Beneran? Honey, aku pingin jadi yang paling bisa bikin kamu puas.” Whaaats, kenapa dia harus ngomong seperti itu - jadi dia pikir aku masih membanding-bandingin… Aku juga tidak menyangka dia bisa menjadi begitu inferior padahal biasanya dia orang yang tangguh dan percaya diri.Trus apa artinya komitmennya untuk tutup buku dan buka lembaran baru?.. Duh jadi kecewa banget… aku cuman bisa menjerit trus loncat bangun langsung masuk  kamar mandi dan menguncinya. Shower aku nyalakan keras-keras untuk menutupi tangisku. Dia mengetuk-ngetuk pintu tidak aku perdulikan. 
 
Rasanya sudah berjam-jam aku menangis di dalam kamar mandi ..perlu keluar juga dan pakai baju. Dia sudah berpakaian rapi dan berdiri di balkon memandang keluar.. Tanpa berpanjang kata lagi aku pamitan ke rumah Emmy…. ( tetap berusaha menjadi isteri yang baik dengan berpamitan dulu ke suami ).
 
Gubrak aku langsung membuka rumah Emmy… di jalan aku sudah menelpon dan tahu bisa bebas curhat karena sekarang jadwal suaminya yang engineer perusahaan minyak bertugas ke lepas pantai. Aku langsung nyerocos dengan sepuas hati ke Emmy ( tentunya minus cerita mengenai geliatan dan eranganku ). Setelah mendengar semuanya Emmy malah ngakak  dan langsung bilang……
 
” Lex, dalam hal ini elo harus bisa berbesar hati menerima masalah suami elo itu. Ya dia keder juga khan elo dah sukses meniduri dua direktur kita…bank papan atas bok …takluk juga sama elo…huahaha…Gila juga ya elo enggak pernah kasih kabar masalah elo ke Bali tau-taunya kayak gini.”
 
Emmy melanjutkan..”Look at the bright side…dia yang khawatir jadi elo khan gak usah khawatir dia membanding-bandingin elo ama wanita jalang itu.”
 
“By the way busway…kok bisa sih Pak Monas tunduk ama elo…setau gue dia alim lho wong tiap visit ke Bali gak pernah “jajan”  atau nglirik-nglirik anak buah… elo apain?”..dia menyambung.
 
Aku langsung melempar bantal sofa ke Emmy…dasar teman sableng, tapi enaknya dia juga dengan cepat membuka wacanaku Aku lega tapi masih ada yang mengganjal juga..” Hem bener juga logika elu…tapi pas memutuskan balikan dengan dia gue juga gak  banding-bandingin  dengan yang lain.”
 
“Udah deh Lex, itu masalah kecil …..kalo elo besar-besarin ntar salah-salah suami elo makin stress akhirnya malah gak bisa “ON” lagi. Tuh suami elo dah denger dengan jelas. Bang, apa kabar…. tuh khan dah denger isterinya ngomong apa”….. kata Emmy sambil menengok ke belakangku. Aku ikut berpaling ke belakang, ternyata ada suamiku.
 
Dia menghampiri kami, duduk di sebelahku sambil menggenggam tanganku dengan erat tanpa kata-kata lagi ( sumpah hatiku berdebar-debar kencang seperti baru pacaran masa kuliah dulu). Kami masih tinggal beberapa saat di rumah Emmy sebelum akhirnya balik ke hotel.

Malam itu aku lewatkan dengan tidur dalam pelukannya yang nyaman…
 
Perselingkuhan itu…jadi pelajaran berharga buat kami berdua; “Getting Even”…. menyamakan skors ternyata bukan berarti suatu kemenangan. Keduanya tetap saling tersakiti….tidak ada yang menang tidak ada yang kalah. “Forgiving but Not Forgotten” : memaafkan tapi tidak bisa melupakan…sesuatu yang wajar - selama manusia masih berakal bagaimana bisa lupa….. Lagi-lagi hanya pada rasa cinta dan komitmen yang teguh kiranya perlahan bisa membasuh luka-luka yang ada. Demikian juga biarkan sang waktu membuktikan bahwa cinta tumbuh semakin kuat…. 
 
Hanya cinta yang bisa , Menaklukkan dendam
Hanya kasih sayang tulus , Yang mampu menyentuh
Hanya cinta yang bisa , Mendamaikan benci
Hanya kasih sayang tulus Yang mampu menembus
Ruang dan waktu    

( dari lagunya Agnes Monica )

 




LUSTRASI FOTO-FOTO DOK REDAKSI
MODERATOR - Penggagas KoKi : ZEVERINA
Pembaca "KOLOM KITA" (KoKi) entah di Bontang, Inggris, Bali, Belanda, New Jersey, Kuwait, Australia, atau di Kediri, silakan berbagi peristiwa seputar kehidupan sehari-hari. Kirimkan artikel dan foto melalui form "Kirim Artikel", jika mengalami kesulitan kirimkan melalui email: temennyazev@gmail.com ; kokizeverina@gmail.com


BERIKAN KOMENTAR ANDA






Lomba Blog: Cerita Hepi elevenia

William Antonius
Wednesday, 15 March 2017
Dibaca 448 kali | 0 Komentar

Hamparan Laut di Bawah Horizon Parai

Setiawan Liu - Jakarta
Wednesday, 15 March 2017
Dibaca 658 kali | 0 Komentar

Kawin Campur

Syu - Belanda
Wednesday, 08 March 2017
Dibaca 1374 kali | 0 Komentar

Menikmati Alam Musim Gugur

T.Moken-Michigan,USA
Tuesday, 22 November 2016
Dibaca 884 kali | 0 Komentar

Glad All Over

Sirpa - Kalipornia - USA
Tuesday, 18 October 2016
Dibaca 975 kali | 0 Komentar

Ke Taman Nasional Bako Serawak

Dewi Meong - Kuching - Malaysia
Tuesday, 27 September 2016
Dibaca 761 kali | 0 Komentar

Ke Bandung dengan Meong

Dewi Meong - Kuching - Jogja
Wednesday, 14 September 2016
Dibaca 1148 kali | 0 Komentar

Ada Colon Cancer Dalam Tubuhku

Sirpa - Kali Pornia - USA
Saturday, 10 September 2016
Dibaca 1751 kali | 0 Komentar

Kota Kuching

Dewi Meong - Kuching - Jogja
Wednesday, 07 September 2016
Dibaca 1087 kali | 0 Komentar

Ke Panti Pijat

T.Moken-Michigan, USA
Wednesday, 17 August 2016
Dibaca 2451 kali | 0 Komentar

Then and Now

Sirpa - Kalipornia - USA
Tuesday, 26 July 2016
Dibaca 1339 kali | 0 Komentar

Mohon Maaf Lahir Batin

Redaksi KoKi
Wednesday, 06 July 2016
Dibaca 1095 kali | 0 Komentar

Perayaan Asian American Pacific Islanders

Bono Anggono - Philadelphia - USA
Monday, 27 June 2016
Dibaca 841 kali | 0 Komentar

Mencari Bono Anggono

Yunita Anggono
Monday, 27 June 2016
Dibaca 1023 kali | 0 Komentar
``


KOKISTORY

Ada Colon Cancer Dalam Tubuhku
Sirpa - Kali Pornia - USA
Saturday, 10 September 2016
Dibaca 1751 kali | 0 Komentar

Ilmu Yang Bermanfaat

Mahalnya Sebuah Ongkos Denda TILANG

Aku dan Kamu

Merindukan White Christmas

KOKIKOLOM

Pejabat Tionghoa
Setiawan Liu - Jakarta
Tuesday, 26 January 2016
Dibaca 2338 kali | 0 Komentar

Ayah

Gairah yang Hilang

Tepatkah Dia Untuk Anda?

Pentingkah Pembekuan Sperma?

KOKITOUR&FOOD

Hamparan Laut di Bawah Horizon Parai
Setiawan Liu - Jakarta
Wednesday, 15 March 2017
Dibaca 658 kali | 0 Komentar

Menikmati Alam Musim Gugur

Ke Taman Nasional Bako Serawak

Ke Bandung dengan Meong

Kota Kuching

KOKISIANA

Lomba Blog: Cerita Hepi elevenia
William Antonius
Wednesday, 15 March 2017
Dibaca 448 kali | 0 Komentar

Then and Now

Mohon Maaf Lahir Batin

Mencari Bono Anggono

Obong Pasar

Hai Z...

Dear God...
From Kokiers to Z...

Setiap penulis memiliki rumah. Shakespeare juga pernah bilang, bahwa kehidupan moral mempunyai "a habitation and a name", bertempat tinggal dan bernama. Mamak Z memiliki rumah bersama para penulis dan pembacanya di rumah...




© 2014 - powered by digitalbuana