Girls, Most Criminals Are Opportunists

EVE - Singapore

Wednesday, 06 January 2010

 

Most criminals are opportunists
Do not offer criminals any opportunity
Be crime prevention conscious.


Pagi ini saya menonton berita di Razor TV bahwa seorang wanita muda mengalami pelecehan seksual (di pegang-pegang dan diraba) di pesta pantai akhir tahun 2009. Lokasi kejadian adalah di Pantai Siloso, Pulang Sentosa Singapura. Gambar bisa Anda lihat di bawah ini.

 



Foto diambil dari Stomp.com.sg, sebuah web citizen journalism Singapore. Di site ini siapa pun bebas mengirim foto –foto unik dan siapa pun bebas berkomentar. Melihat dari gambar, kemungkinan besar korban adalah wanita lokal yang sedang mabuk dan para penganiaya adalah para buruh bangunan yang kebanyakan berasal dari luar Singapura, seperti India, Pakistan, dan Bangladesh. Dan yang paling menyedihkan adalah tidak ada seorang pun yang mau menolong perempuan tersebut.

Bagaimana dengan Anda? Apakah KoKiers kalau melihat kejadian seperti ini bakalan melerai atau tidak peduli atau memilih untuk diam karena tidak mau cari masalah?

Jika Anda simak di komentar para pembaca di website tersebut, kebanyakan para pembaca juga tidak simpati terhadap perempuan tersebut. Menurut saya sendiri, jika si perempuan mau pakai pakaian bikini seperti itu menurut saya sah sah saja. Karena pesta tersebut adalah beach party di pantai Siloso. Mau mabuk pun juga oke,….. karena itu adalah pesta akhir tahun dimana semua orang mau happy. Tapi yang sangat disayangkan, si perempuan sendiri tidak melakukan tindakan pencegahan untuk melindungi dirinya sendiri. Si perempuan bisa saja mengajak beberapa teman-teman wanita lain untuk minum bersama-sama dan harusnya bisa menge-rem diri sendiri kalau tahu dirinya tidak bisa meng-handle minuman keras dengan baik. Anda tidak bisa mengharapkan semua lelaki itu punya iman kuat toh… Yang namanya kucing, kalau dikasih ikan pasti mau. So sorry guys,  though not all of you are like that …..

Mudahnya,…. Kalau tidak ingin laptop, handphone atau pun barang berhaga anda dicuri,… jangan meninggalkan mereka di tempat-tempat yang tidak aman atau pun terlepas dari penglihatan Anda, toh?

 



Tentu saja nasib si wanita ini jauh lebih beruntung daripada Hiromi Shimada (41) yang diberitakan oleh Ryu. Dimana dia diperkosa, dirampok dan dibunuh dengan sadis di rumah kontrakannya di Bali oleh tangan 2 buruh bangunan Abdurahman dan Mawardi. Saya benar-benar merasa simpati terhadap korban dan juga mengecam perbuatan kedua pelaku. 

http://kolomkita.detik.com/baca/artikel/3/1149/shimada_hiromi_dan_murahnya_nyawa_di_indonesia_

Buat RYC no mama, saya memang tidak pernah melihat langsung korban perkosaan /pembunuhan, tidak pernah bertemu dengan korban, dan jangan sampai saya menjadi salah satu korbannya. Saya hanya ingin menjelaskan bahwa sebagai wanita, kita pun juga bisa pegang peranan untuk bisa menjaga diri sendiri dan tidak memberi kesempatan untuk terjadinya suatu kasus kejahatan. Shimada could have done better by not inviting those two guys to come inside her house.

Perempuan di atas beruntung karena para buruh bangunan dari India atau pun Bangladesh itu tidak berani bertindak lebih jauh ke wanita dan juga mungkin para buruh tersebut masih merasa takut untuk bertindak kurang ajar dikarenakan hukum negara Singapura yang cukup keras.

Pelaku pembunuhan di Singapura kebanyakan bakalan dihukum gantung jika terbukti bersalah, walaupun terkadang bisa di-downgrade menjadi hukuman seumur hidup.

Para pelaku perkosaan akan diganjar dengan hukum penjara yang cukup lama, denda yang tidak sedikit, dan  ditambah  hukuman cambuk, kecuali para pelaku kejahatan yang sudah lanjut usia biasanya diampuni dari hukum cambuk.

Berdasarkan dari informasi teman saya, hukuman cambuk tersebut menggunakan rotan yang dibelit-belit sehingga menjadi tebal dan keras. Panjang cambuk kira - kira 2 meter dan dicelup dengan kencing kuda, sehingga ketika cambuk dipukul ke napi, si napi bakalan merasa terbakar bahkan pingsan. Para napi yang pingsan bakalan dikasih istirahat sebelum nantinya hukum cambuk dilanjutkan lagi. So.. there’s no way out for them….

Walaupun tahu betapa keras hukuman pembunuhan atau pun perkosaan,tetap saja ada yang melakukannya di Singapura. Tidak tanggung tanggung malahan ada yang sudah dibunuh, di potong-potong dan dibuang secara terpisah di sungai, malah ada yang dagingnya dibikin kari demi menghilangkan jejak. Biasanya motif pembunuhan gara-gara cemburu, merasa tertipu, perampokan, dsb.

Terlepas dari ketatnya hukuman di Singapur jika dibandingkan di Indonesia, saya merasa kita sebagai perempuan bisa mencegah terjadinya perkosaan atau pun pelecehan seksual lainnya dengan tidak memberikan kesempatan bagi para pelaku kejahatan untuk melakukan aksinya.

Girls, better be worry than sorry ....

 




Sumber :

  • http://singaporeseen.stomp.com.sg/stomp/sgseen/caught_in_the_act/300696/4_men_harass_woman_at_countdown_party_but_no_one_helped.html
  • http://www.razor.tv/site/servlet/segment/main/news/41872.html




 




LUSTRASI FOTO-FOTO DOK REDAKSI
MODERATOR - Penggagas KoKi : ZEVERINA
Pembaca "KOLOM KITA" (KoKi) entah di Bontang, Inggris, Bali, Belanda, New Jersey, Kuwait, Australia, atau di Kediri, silakan berbagi peristiwa seputar kehidupan sehari-hari. Kirimkan artikel dan foto melalui form "Kirim Artikel", jika mengalami kesulitan kirimkan melalui email: temennyazev@gmail.com ; kokizeverina@gmail.com


BERIKAN KOMENTAR ANDA






Lomba Blog: Cerita Hepi elevenia

William Antonius
Wednesday, 15 March 2017
Dibaca 570 kali | 0 Komentar

Hamparan Laut di Bawah Horizon Parai

Setiawan Liu - Jakarta
Wednesday, 15 March 2017
Dibaca 821 kali | 0 Komentar

Kawin Campur

Syu - Belanda
Wednesday, 08 March 2017
Dibaca 1787 kali | 0 Komentar

Menikmati Alam Musim Gugur

T.Moken-Michigan,USA
Tuesday, 22 November 2016
Dibaca 1019 kali | 0 Komentar

Glad All Over

Sirpa - Kalipornia - USA
Tuesday, 18 October 2016
Dibaca 1079 kali | 0 Komentar

Ke Taman Nasional Bako Serawak

Dewi Meong - Kuching - Malaysia
Tuesday, 27 September 2016
Dibaca 855 kali | 0 Komentar

Ke Bandung dengan Meong

Dewi Meong - Kuching - Jogja
Wednesday, 14 September 2016
Dibaca 1283 kali | 0 Komentar

Ada Colon Cancer Dalam Tubuhku

Sirpa - Kali Pornia - USA
Saturday, 10 September 2016
Dibaca 1879 kali | 0 Komentar

Kota Kuching

Dewi Meong - Kuching - Jogja
Wednesday, 07 September 2016
Dibaca 1212 kali | 0 Komentar

Ke Panti Pijat

T.Moken-Michigan, USA
Wednesday, 17 August 2016
Dibaca 2617 kali | 0 Komentar

Then and Now

Sirpa - Kalipornia - USA
Tuesday, 26 July 2016
Dibaca 1466 kali | 0 Komentar

Mohon Maaf Lahir Batin

Redaksi KoKi
Wednesday, 06 July 2016
Dibaca 1184 kali | 0 Komentar

Perayaan Asian American Pacific Islanders

Bono Anggono - Philadelphia - USA
Monday, 27 June 2016
Dibaca 932 kali | 0 Komentar

Mencari Bono Anggono

Yunita Anggono
Monday, 27 June 2016
Dibaca 1134 kali | 0 Komentar
``


KOKINEWS

Glad All Over
Sirpa - Kalipornia - USA
Tuesday, 18 October 2016
Dibaca 1079 kali | 0 Komentar

Perayaan Asian American Pacific Islanders

Pengungsi

Brandi Chastain Sumbangkan Otaknya

Surat Terbuka Buat Ahok (1): Tahan Emosi

KOKISTORY

Ada Colon Cancer Dalam Tubuhku
Sirpa - Kali Pornia - USA
Saturday, 10 September 2016
Dibaca 1879 kali | 0 Komentar

Ilmu Yang Bermanfaat

Mahalnya Sebuah Ongkos Denda TILANG

Aku dan Kamu

Merindukan White Christmas

KOKIKOLOM

Pejabat Tionghoa
Setiawan Liu - Jakarta
Tuesday, 26 January 2016
Dibaca 2439 kali | 0 Komentar

Ayah

Gairah yang Hilang

Tepatkah Dia Untuk Anda?

Pentingkah Pembekuan Sperma?

KOKITOUR&FOOD

Hamparan Laut di Bawah Horizon Parai
Setiawan Liu - Jakarta
Wednesday, 15 March 2017
Dibaca 821 kali | 0 Komentar

Menikmati Alam Musim Gugur

Ke Taman Nasional Bako Serawak

Ke Bandung dengan Meong

Kota Kuching

KOKISIANA

Lomba Blog: Cerita Hepi elevenia
William Antonius
Wednesday, 15 March 2017
Dibaca 570 kali | 0 Komentar

Then and Now

Mohon Maaf Lahir Batin

Mencari Bono Anggono

Obong Pasar

Hai Z...

Dear God...
From Kokiers to Z...

Setiap penulis memiliki rumah. Shakespeare juga pernah bilang, bahwa kehidupan moral mempunyai "a habitation and a name", bertempat tinggal dan bernama. Mamak Z memiliki rumah bersama para penulis dan pembacanya di rumah...




© 2014 - powered by digitalbuana